Fakta dan Kontroversi Obsessive Corbuzier Diet

Saatnya kita berbicara tentang Fakta dan Kontroversi mengenai OCD alias Obsessive Corbuzier Diet. 2 posting terdahulu telah membahas mengenai apa itu Obsessive Corbuzier Diet (http://oerdha.wordpress.com/2013/08/04/obsessive-corbuziers-sebuah-diet-shaolin-ala-deddy-corbuzier/) dan sedikit review dari pengalaman saya menjalankan OCD. Nah kali ini dengan semangat BELAJAR (open mind), kita akan membahas OCD dari sisi kontroversinya sekaligus mengungkap kenyataan bahwa OCD tak semudah yang dibayangkan.

Saya teringat kata-kata Deddy Corbuzier saat itu, “Di zaman koboi, kalo kita berbicara mengenai besi dengan berat berton-ton bisa melayang diangkasa pasti kita dianggap gila. Sekarang kita menganggap normal hal itu yang kita sebut pesawat” artinya pengetahuan tidak akan habis.. hadapilah.

Fakta

  • Obsessive Corbuzier Diet bukan hal yang baru

Pada tahun 2006 atau 2007 saya lupa tepatnya, dunia bodybuilding amerika gempar seperti yang terjadi di Indonesia saat ini. Ada satu metode diet yang ditawarkan oleh Ori Hofmekler yang memicu kontroversi dikalangan bodybuilding kala itu. Metode itu disebut intermittent fasting namun lebih dikenal dengan sebutan Warrior Diet. Seperti apa Warrior Diet itu? Yup persis sama dengan Obsessive Corbuzier Diet.

Pada warrior diet terdapat 2 periode makan yaitu periode undereating (kalo OCD menyebutnya sebagai puasa) dan periode overeating (OCD menyebutnya jendela makan) plus dengan dilarang sarapan pagi.

warriordiet

Dugaan saya, Deddy Corbuzier saat melakukan riset mengenai puasa ala shaolin menemukan banyak hal pada metode diet ini yang mampu menjawab segala pertanyaan beliau. Lalu mengapa namanya sekarang menjadi Obsessive Corbuzier Diet? Silahkan tanyakan pada Deddy sendiri.

The Warrior Diet

Lalu bagaimana perkembagan Warrior Diet? cek aja ya di goggle hehehe…

  • Obsessive Corbuzier Diet bisa memasukan apa saja tanpa memikirkan kalori

Awalnya di ebook edisi 1.2, Deddy memperbolehkan memakan apa saja asal tidak rakus saat di jendela makan dan boleh mengkonsumsi rendah kalor di saat puasa. Namun di ebook edisi 3, Deddy menyarankan mengkombinasikan antara makanan sehat dan junk food termasuk melarang kalori yang masuk selama berpuasa.

Mengapa bisa terjadi perubahan? Dugaan saya adalah penyempurnaan metode.

Faktanya menurut Dr. Fredy Wilmana, hal yang terpenting dari diet adalah pengaturan kalori.

  • Obsessive Corbuzier Diet bisa berhasil tanpa olahraga

Ini dia biang keroknya, entah bagaimana orang memiliki persepsi bahwa Obsessive Corbuzier Diet adalah diet tanpa olahraga! Banyak email yang masuk yang mengatakan bahwa mereka terbebas dari “kegiatan fisik yang tidak menyenangkan” (-_-). Pembenaran dari hal ini berdasarkan kutipan dari ebook versi 1.2 yaitu PERUT DI BUAT DI PERUT BUKAN DI GYM.

Kalian tahu? Hampir setiap email yang masuk berisikan rasa syukur bahwa tidak perlu berolahraga lagi karena ada Obsessive Corbuzier Diet membuat saya frustasi. Beruntung di ebook versi 3, Deddy memberi fokus lebih pada latihan beban metode HIT dan tekniknya yang disebut O7W.

Faktanya adalah setiap metode diet dengan fokus fat loss akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan latihan angkat beban. Jadi jangan pake alasan apapun lagi untuk menghindar dari latihan angkat beban.

  • Tidak adanya komitmen

Banyak email yang diterima oerdha menyatakan ketertarikannya mengenai Obsessive Corbuzier Diet dan ingin segera memulai metode diet namun kenyataannya sering sebuah metode diet tidak memberi hasil alias gagal lebih disebabkan karena tidak adanya komitmen dari pelaku diet. Sayangnya, setelah gagal diet seseorang cenderung akan menyalahkan bahwa metode dietnya salah dibandingkan mengintropeksi diri.

Jadi teringat om Andik dan Bude Ira nih (Ayo alasan apa lagi!)

Kontreversi

  • Tidak ada menu sarapan alias skipping breakfast.

Pro; Beberapa email mendukung hal ini dengan menceritakan pengalamannya saat bekerja terpaksa tidak sarapan namun hal ini justru membuatnya tidak lapar sampai dengan jam makan siang atau ada juga email yang mengklaim bahwa dengan sarapan menyebabkan mulut sudah mencicipi glukosa yang justru memberi reaksi lapar.

Kontra: sedangakan email yang menentang menceritakan pengalaman shaum (puasa) dibulan ramadhan memberikan efek lemas dan tak bertenaga, ada juga email yang mengatakan bahwa walaupun sering shaum (puasa) senin-kamis tetap saja efek lemas dan tidak bertenaga selalu menyerang.

Kesimpulannya? Ini semua sugesti.

Harus diakui, penelitian mengenai manfaat sarapan lebih banyak dibandingkan penelitian mengenai keburukan sarapan. So.. saya ambil jalan tengah saja, adakah ahli nutrisi pendukung OCD yang ingin melakukan penelitian mengenai keburukan sarapan? Bila ada mohon sharing ya.

  • Makan apa aja tanpa perlu memikirkan kalori

Awalnya Deddy Corbuzier tidak merinci apa yang disebut dengan “makan apa saja di jendela makan asal tidak rakus” nah hal ini membuat beberapa calon pelaku diet bingung dan terpaksa bertanya kepada saya (nah loh,,,). Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah “makanan apa saja itu berarti makan sembarangkan? Dan beberapa kali makan yang tidak disebut rakus?” hal ini pulalah yang membedakan OCD dengan warrior diet, pada warrior diet untuk urusan makanan tetap dijaga kualitasnya.

Kontra: Ingat pepatah ini? Training is easy but eating clean is hard. Artinya menjaga kualitas makanan lebih susah dibandingkan dengan latihan. Dengan memasukan semua makanan tidak sehat berarti anda memasukan sampah kedalam tubuh. Lalu tanpa menghitung kalori? Bagaimana mungkin diet ini berhasil bila kalori yang masuk lebih besar dibandingkan dengan keluar? Woi ini akan jadi timbunan lemak.

Dr. Fredy Wilmana, salah satu tamu yang diundang oleh Deddy dalam hitam putih sesi OCD menyebutkan bahwa yang terpenting dari diet adalah pengaturan kalorinya. Singkatnya kalori harus seimbang antara yang masuk dan keluar.

So pada ebook versi 3 Deddy menyarankan mengkombinasikan antara makanan sehat dan junk food termasuk melarang kalori yang masuk selama berpuasa.

Saran saya: bila Anda memilih metode OCD, ada baiknya bila sudah berpengalaman dengan makanan sehat ya lakukan OCD dengan makanan sehat sedangkan bila Anda belum sanggup untuk memakan makanan sehat dan ingin menikmati hidup (alasan paling banyak diutarakan) gunakan pedoman TIDAK BOLEH RAKUS.

Kesimpulannya..

Daripada ribut membahas mana yang salah, sebaiknya kita ilustrasikan bahwa metode diet adalah sepeda motor dan tujuan diet adalah tempat yang ingin kita datangi. So, daripada harus rebut memilih sepeda motor jenis dan merk apa untuk menuju tempat yang kita datangi. Bukankah yang terpenting rasa nyaman melakukan diet itu sendiri? Karena bagaimanapun kita adalah pribadi yang berbeda bukan..

Saya pribadi, telah mencoba OCD dan merasakan hasilnya seperti yang tertulis pada posting saya sebelumnya. Tapi apakah saya memilih OCD? Bagi saya diet adalah sebuah gaya hidup jadi selama saya makan pasti selalu diet karena hal itu pula saya lebih memilih menggunakan metode diet yang paling nyaman bagi saya yaitu kebutuhan kalori per harian saya dibagi menjadi 5-7kali makan.

Silahkan bagi teman-teman yang semula berdiet makan berkala, soutbeach diet atau food combination diet untuk beralih ke OCD atau sebaliknya. Toh, yang terpenting komitmen diet, latihan beban dan istirahat yang cukup pasti ada hasilnya.

Tantangan Obsessive Corbuzier’s Diet

Semenjak mem-posting Obsessive Corbuzier’s Diet, Oerdha banyak menerima kunjungan. Ada yang hanya sekedar membaca tanpa meninggalkan jejak, ada juga yang meninggalkan beberapa komentar. Email oerdha di oerdha@gmail.com pun tak ketinggalan kebanjiran email yang masuk, dan sesuai dugaan sebelumnya bila OCD akan memicu kontroversi telah terbukti. Ada beberapa email yang setuju metode diet OCD namun tak sedikit juga yang menganggap bahwa OCD adalah kebohongan yang di-blow up sehingga terlihat seperti sebuah kebenaran. Sebagai penulis, saya tidak akan menyorot persoalan pro dan kontra mengenai OCD melainkan isi pesan beberapa email yang menginginkan saya untuk mencoba melakukan metode diet ini dan melakukan review. Bagaimanapun soal pro dan kontra mengenai metode diet (seeprti atkins diet, zona diet, south beach diet dll ) akan selalu ada dan itu bukan porsi saya untuk memberi pernyataan benar atau salah, tapi tantangan mencoba diet OCD betul-betul menarik perhatian saya.

Oke sebelum saya memulai metode diet Obssesive Corbuzier’s Diet, ada baiknya saya menyebutkan profil saya.

Pengambilan Data 31 Maret 2013 7 April 2013 9 Juli 2013 7 Agustus 2013
Tinggi (cm) 170 170 170 170
Berat Badan (kg) 72 65 62 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 22 19 17 14
Metode Diet Tidak South Beach Level 1 Low Carbo High Protein Low Carbo High Protein
Metode Latihan Beban Beban Moderat Beban Moderat Cenderung Tinggi 12 Minggu Kris Gethin 12 Minggu Kris Gethin (3 Minggu Terakhir)
Cardio Tidak Tidak 25 Menit Setiap Pagi dan Malam 25 Menit sebelum berbuka dan Malam
Catatan Melakukan puasa dibulan Ramadhan

Dari tabel diatas, bisa dilihat bahwa saya pada tanggal 31 Maret 2013 memiliki kondisi tubuh yang tidak fit walaupun belum masuk kategoti obesitas dan saya yakin kasus saya juga banyak dialami orang lain (heii…. Ukuran celana saat saya itu di ukuran 33 dan mau melompat ke 34, saat ini sudah kembali normal di 31). Sebelum mengenal metode Obsessive Corbuzier’s Diet, saya telah mencoba metode South beach diet level 1 dan Low Carbo High Protein Diet yang ternyata memberi hasil bagi saya. Hanya karena beberapa email menantang saya untuk melakukan metode Obsessive Corbuzier’s Diet,, maka saya akan coba. Kondisi dan situasi yang saya alami hampir mirip dengan kondisi dan situasi Deddy Corbuzier sebelum melakukan Obsessive Corbuzier’s Diet, yaitu kondisi Deddy Corbuzier sudah melakukan metode diet lain dan melakukan latihan beban; dan situasi Deddy Corbuzier saat itu akan mengisi sebuah acara TV dan harus membuka baju.

Oke langsung saja………….

Percobaan Pertama

Pengambilan Data 8 Agustus 2013, Jam 10 Malam 9 Agustus 2013, Jam 5 Pagi
Tinggi (cm) 170 170
Berat Badan (kg) 60 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7 15,7
Aktivitas Latihan Beban OFF OFF
Jam Makan Terakhir 8 Agustus 2013, Jam 9 Malam -
Rencana Jam Makan Siang 9 Agustus 2013, Jam 12 Siang
Catatan Perjalanan Mudik Semarang-Yogja menggunakan mobil pribadi

Catatan Tambahan: Dengan jadwal makan malam terakhir di jam 9 malam dan makan siang jam 12 siang, maka rencananya menggunakan pola puasa 16 jam dengan waktu makan 8 jam.

Kenyataan dilapangan:

Seperti biasa, saya mengawali hari pada pukul 05.00 WIB dengan mengkonsumsi kopi hitam ditambah gula pengganti (5 kalori) sebelum melakukan cardio menggunakan sepeda statis selama 25 menit dan twins sebanyak 200 kali kemudian dilanjutkan persiapan mudik Semarang-Yogja. Pada pukul 07.00, saya sudah di jalan dan posisi di jalan keluar tol bawen. Kondisi perut sudah mulai memberontak alias lapar, tindakan pertama saya adalah banyak minum air putih (pelajaran dasar mencegah lapar hehehe…). Dari pukul 07.00 s.d 08.00 saya berusaha menahan lapar dan mengalihkan fokus pada jalan, saya kemudian teringat sebuah email dari rahma yang isi pesannya menyatakan bahwa rahma saat melakukan OCD dan menghindari sarapan pagi memiliki keuntungan tambahn berupa kemampuan mengendalikan emosi dengan baik, namun sayangnya ini tidak berlaku bagi saya. Alhasil dengan keadaan menahan lapar (10 jam belum makan) ditambah kondisi jalan yang macet total, berimbas emosi saya naik turun. Akhirnya pada pukul 08.00 (11 jam tidak makan) saya menyerah, dan memakan makanan yang seharusnya dijadikan bekal makan siang.

Hasil percobaan pertama

Pengambilan Data 9 Agustus 2013, Jam 10 Malam
Tinggi (cm) 170
Berat Badan (kg) 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7

Kesimpulannya: pada percobaan pertama, saya gagal berpuasa 16 jam dan hanya mampu menyelesaikan 11 jam saja. Pengambilan data pada jam 10 malam menunjukan tidak adanya perbedaan.

Lalu? Harus diakui, pada percobaan pertama penyebab kegagalan saya adalah keadaan lapar. Bila agus dalam emailnya menyatakan bahwa dengan menghindari sarapan pagi, beliau mampu menahan lapar sampai dengan jam 12 maka hal tersebut tidak berlaku bagi saya. Namun rasanya tidak adil mengatakan bahwa OCD merupakan metode gagal hanya dari percobaan pertama.

Percobaan Kedua

Pengambilan Data 9 Agustus 2013, Jam 10 Malam 10 Agustus 2013, Jam 4 sore
Tinggi (cm) 170 170
Berat Badan (kg) 60 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7 15,7
Aktivitas Latihan Beban OFF Latihan kaki dengan metode DTP
Jam Makan Terakhir 9 Agustus 2013, Jam 8 Malam -
Rencana Jam Makan Siang 10 Agustus 2013, Jam 9 pagi
Catatan - -

Catatan Tambahan: untuk menghindari kegagalan pada percobaan pertama, maka saya mengubah pola puasa. Bila sebelumnya mematok target pola puasa 16 jam, makan pada percobaan kedua saya menurunkannya menjadi pola puasa 13 jam sehingga waktu makan terakhir di jam 8 malam dan jam makan siang jam 9 pagi.

 Kenyataan dilapangan:

Kali ini saya berhasil menyelesaikan pola puasa 13 jam bahkan ada kelebihan 30 menit karena saya baru makan di pukul 09.30. Aktivitas pagi saya tidak berbeda dari hari pertama yaitu, pukul 05.00 mengkonsumsi kopi dengan gula pengganti dan cardio 25 menit. Yang membedakan dengan hari pertama, pada pukul 10.00 saya melakukan aktivitas latihan beban dengan metode DTP. Mengapa DTP? Deddy Corbuizer menyatakan bahwa beliau melakukan program latihan ala murid shaolin sebagai pelengkap metode Obsessive Corbuzier’s Diet, dan berdasarkan pengamatan saya metode DTP memiliki tingkat fisik yang menyerupai program latihan murid shaolin (Perkiraan ini saya ambil, karena saat artikel ini ditulis, Deddy Corbuzier belum memberitahukan metode latihan beliau dan perkiraan saya didasarkan dari latihan master shifuyanlei)

Hasil Percobaan Kedua

Pengambilan Data 10 Agustus 2013, Jam 5 Sore
Tinggi (cm) 170
Berat Badan (kg) 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7

Kesimpulan: Walaupun pada percobaan kedua saya berhasil menyelesaikan pola puasa 13 jam, namun pada tabel diatas menunjukan tidak ada perubahan yang berarti. Berat badan saya masih di posisi 60 kg dengan kandungan lemak di posisi 15,7 %. Oh ya, pada hari kedua saya tidak merasakan lapar dan emosi yang lebih stabil namun sayangnya saya mengalami pusing. Bisa jadi ini berhubungan dengan darah rendah saya.

Lalu? Sementara ini percobaan pertama dan kedua saya posting terlebih dahulu sebagai jawaban dari tantangan rekan-rekan. Saya akan melanjutkan tantangan sampai 10 hari kedepan, bila sampai hari ke-sepuluh tidak ada perubahan pada kondisi kandungan lemak saya maka secara sepihak saya akan mengakhiri percobaan ini.

BERSAMBUNG…….

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai:

OCD, bisa ketik di: Obsessive Corbuzier’s Diet

Metode Latihan DTP, bisa ketik di: Dramatic Transformation Principle

Siapa Master shifuyanlei?, bisa cari di goggle (hehehe….)

Obsessive Corbuzier’s sebuah Diet Shaolin ala Deddy Corbuzier

Sering melihat serial talkshow hitam putih yang di pandu oleh Deddy Corbuzier? Apakah akhir-akhir ini melihat perubahan fisik pada Deddy? Bila iya, berarti Anda sama dengan saya dan inilah yang mendorong saya untuk mencari tahu rahasia dibalik transformasi Deddy Corbuzier.

Pencarian saya akhirnya berlabuh pada sebuah website, pada web tersebut berisikan penjelasan mengenai diet Deddy Corbuzier yang dinamakan Obsessive Corbuzier’s Diet. Terlepas dari web tersebut benar berasal dari Deddy Corbuzier atau hanya sekedar “meminjam” nama besar beliau, teknik diet dan pemaparan yang tertulis di web tersebut menarik untuk di bahas lebih lanjut. Ada beberapa penyataan dari Obsessive Corbuzier’s Diet yang kelak mengundang kontroversi di kalangan fitness mania dan penggila diet.

Apa Itu Obsessive Corbuzier’s Diet

Obsessive Corbuzier’s Diet di klaim merupakan diet para murid shaolin, dimana metode diet ini di fokuskan pada pola puasa (membatasi waktu makan) dan menghindari sarapan pagi. Pola puasa yang digunakan bukan seperti pola puasa muslim, pada pola puasa muslim tubuh tidak mengkonsumsi makanan dan minuman mulai fajar sampai terbenamnya matahari (di Indonesia berarti menahan lapar dan dahaga selama 13 jam) sedangkan pada Obsessive Corbuzier’s Diet waktu puasanya adalah 16 jam, 18 jam,  20 jam bahkan 24 jam. Pada puasa Obsessive Corbuzier’s Diet, pelaku diet masih diperbolehkan mengkonsumsi minuman dengan syarat 0 kalori.

Yang menarik pada Obsessive Corbuzier’s Diet, tidak ada pantangan apapun dalam mengkonsumsi makanan di waktu makan sehingga Obsessive Corbuzier’s Diet cocok bagi pelaku diet yang tidak dapat menghindari gorengan, santan dan makanan junk food lainnya.

Sebagai ilustrasi

Untuk puasa 16 jam: waktu makan adalah 8 jam pada jam 12 Siang maka diet dimulai dari dari jam 8 malam sampai dengan jaman 12 siang dan harus tanpa makan pagi.

Untuk puasa 18 jam: waktu makan 6 jam pada jam 12 maka diet dimulai dari jam 6 sore sampai dengan jam 12 siang tanpa makan pagi.

Ilustrasi diatas menggunakan ketentuan waktu makan dimulai jam 12. Pada kenyataannya, waktu makan dimulai minimal 3 jam setelah bangun tidur. Sehingga dengan asumsi bangun tidur jam 5 pagi maka bisa jadi waktu makan dimulai jam 9 atau jam 10 pagi.

Apa yang menarik dari Obsessive Corbuzier’s Diet ini?

  1. Waktu puasa yang berkala diawali 16 jam, 18 jam,  20 jam sampai dengan 24 jam.

Mengapa ini berhasil? Dengan puasa berarti memaksa tubuh dalam keadaan rendah insulin, artinya tubuh menggunakan energi dari lemak untuk menjamin kelangsungan hidup bukan dari energi gula.

Mengapa ini gagal? Saat puasa pada bulan ramadhan berlangsung, justru yang terjadi kenaikan berat badan bagi pelaku puasa. Hal ini disebabkan aksi balas dendam saat berbuka (waktu makan) sehingga banyak kalori yang masuk ditambahi kualitas makanan yang buruk seperti makanan yang digoreng, bersantan dan terlalu banyak gula. Sehingga yang menjadi fokus adalah memperbaiki kualitas makan terlebih dahulu baru berpuasa bukan sebaliknya.

  1. Menghindari sarapan pagi

Pro: Obsessive Corbuzier’s Diet mengklaim bahwa tidak sarapan pagi lebih baik dari pada tidak makan malam karena sarapan pagi bukan kegiatan alami manusia. Sebagai ilustrasi, bahwa anak-anak secara alami menghindari sarapan pagi dan justru anak-anak yang teratur sarapan pagi karena paksaan dari orang tua mereka. Klaim Obsessive Corbuzier’s Diet didasarkan pada penelitian Doktor Javier “Dalam rangka untuk menurunkan lemak tubuh kita perlu menggunakan lebih banyak lemak untuk energi… meningkatkan jumlah total energi yang kita habiskan, dan proporsi yang lebih besar dari energi ini berasal dari pembakaran lemak yang ada jika latihan dilakukan setelah puasa semalam tanpa sarapan. “

Kontra: salah satu penelitian manfaat sarapan pagi untuk anak disimpulkan bahwa anak yang melakukan sarapan pagi memiliki daya konsentrasi saat belajar dan beraktivitas, mendapatkan energi yang lebih saat bermain, terlihat aktif saat melakukan aktivitas, mampu melakukan segala hal dengan baik dan benar, terlihat ceria saat berada di sekolah, tidak mudah mengantuk dan lemas. (waryono, 2010, h7)

  1. Dapat memakan apa aja di “waktu makan”.

Mengapa ini berhasil? pada saat “waktu makan “ Obsessive Corbuzier’s Diet tidak membatasi kualitas makanan termasuk tidak membatasi kalori yang masuk. Asal jangan mendadak menjadi rakus dan gila memakan semuanya.

Mengapa ini gagal? Perlu diperhatikan adalah rumus kalori masuk harus lebih kecil dari kalori yang keluar, kalori yang berlebihan di dalam tubuh akan disimpan sebagai lemak. Sebagai contoh aksi balas dendam saat berbuka puasa menjadi penyebab kenaikan berat badan saat bulan ramadhan belum lagi ditambah aksi balas dendam saat lebaran.

Rekomendasi:

Membatasi waktu makan dan mengurangi porsi makan pada kenyataanya merupakan tindakan pertama yang dilakukan oleh seorang awam yang mengalami kenaikan berat badan dan obesitas dan juga rekomendasi utama yang diberikan kepada seseorang yang memiliki timbunan lemak di perut. Hal ini menjadikan Obsessive Corbuzier’s bukan hal baru. Seperti metode diet lain, atkins diet, zona diet, south beach diet dll Metode Obsessive Corbuzier’s dengan metode ekstrim puasa 24 jam bisa dijadikan sebuah pilihan mengingat satu metode diet belum tentu cocok dengan semua orang.

Namun yang harus diperhatikan:

  1. Saat melakukan Obsessive Corbuzier’s, Deddy Corbuzier bukan seorang pemula. Beliau telah melakukan aktifitas latihan beban dan metode diet lainnya. Hal ini memungkinkan Obsessive Corbuzier’s lebih berhasil pada beliau.
  2. Sebelum memutuskan mengikuti Obsessive Corbuzier’s ada baiknya meminta saran ahli gizi.

Update….

Karena banyak yang meminta reviewnya maka saya berusaha untuk diet OCD,

Silahkan di cek  http://oerdha.wordpress.com/2013/08/10/tantangan-obssesive-corbuziers-diet/