Tantangan Obsessive Corbuzier’s Diet

Semenjak mem-posting Obsessive Corbuzier’s Diet, Oerdha banyak menerima kunjungan. Ada yang hanya sekedar membaca tanpa meninggalkan jejak, ada juga yang meninggalkan beberapa komentar. Email oerdha di oerdha@gmail.com pun tak ketinggalan kebanjiran email yang masuk, dan sesuai dugaan sebelumnya bila OCD akan memicu kontroversi telah terbukti. Ada beberapa email yang setuju metode diet OCD namun tak sedikit juga yang menganggap bahwa OCD adalah kebohongan yang di-blow up sehingga terlihat seperti sebuah kebenaran. Sebagai penulis, saya tidak akan menyorot persoalan pro dan kontra mengenai OCD melainkan isi pesan beberapa email yang menginginkan saya untuk mencoba melakukan metode diet ini dan melakukan review. Bagaimanapun soal pro dan kontra mengenai metode diet (seeprti atkins diet, zona diet, south beach diet dll ) akan selalu ada dan itu bukan porsi saya untuk memberi pernyataan benar atau salah, tapi tantangan mencoba diet OCD betul-betul menarik perhatian saya.

Oke sebelum saya memulai metode diet Obssesive Corbuzier’s Diet, ada baiknya saya menyebutkan profil saya.

Pengambilan Data 31 Maret 2013 7 April 2013 9 Juli 2013 7 Agustus 2013
Tinggi (cm) 170 170 170 170
Berat Badan (kg) 72 65 62 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 22 19 17 14
Metode Diet Tidak South Beach Level 1 Low Carbo High Protein Low Carbo High Protein
Metode Latihan Beban Beban Moderat Beban Moderat Cenderung Tinggi 12 Minggu Kris Gethin 12 Minggu Kris Gethin (3 Minggu Terakhir)
Cardio Tidak Tidak 25 Menit Setiap Pagi dan Malam 25 Menit sebelum berbuka dan Malam
Catatan Melakukan puasa dibulan Ramadhan

Dari tabel diatas, bisa dilihat bahwa saya pada tanggal 31 Maret 2013 memiliki kondisi tubuh yang tidak fit walaupun belum masuk kategoti obesitas dan saya yakin kasus saya juga banyak dialami orang lain (heii…. Ukuran celana saat saya itu di ukuran 33 dan mau melompat ke 34, saat ini sudah kembali normal di 31). Sebelum mengenal metode Obsessive Corbuzier’s Diet, saya telah mencoba metode South beach diet level 1 dan Low Carbo High Protein Diet yang ternyata memberi hasil bagi saya. Hanya karena beberapa email menantang saya untuk melakukan metode Obsessive Corbuzier’s Diet,, maka saya akan coba. Kondisi dan situasi yang saya alami hampir mirip dengan kondisi dan situasi Deddy Corbuzier sebelum melakukan Obsessive Corbuzier’s Diet, yaitu kondisi Deddy Corbuzier sudah melakukan metode diet lain dan melakukan latihan beban; dan situasi Deddy Corbuzier saat itu akan mengisi sebuah acara TV dan harus membuka baju.

Oke langsung saja………….

Percobaan Pertama

Pengambilan Data 8 Agustus 2013, Jam 10 Malam 9 Agustus 2013, Jam 5 Pagi
Tinggi (cm) 170 170
Berat Badan (kg) 60 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7 15,7
Aktivitas Latihan Beban OFF OFF
Jam Makan Terakhir 8 Agustus 2013, Jam 9 Malam -
Rencana Jam Makan Siang 9 Agustus 2013, Jam 12 Siang
Catatan Perjalanan Mudik Semarang-Yogja menggunakan mobil pribadi

Catatan Tambahan: Dengan jadwal makan malam terakhir di jam 9 malam dan makan siang jam 12 siang, maka rencananya menggunakan pola puasa 16 jam dengan waktu makan 8 jam.

Kenyataan dilapangan:

Seperti biasa, saya mengawali hari pada pukul 05.00 WIB dengan mengkonsumsi kopi hitam ditambah gula pengganti (5 kalori) sebelum melakukan cardio menggunakan sepeda statis selama 25 menit dan twins sebanyak 200 kali kemudian dilanjutkan persiapan mudik Semarang-Yogja. Pada pukul 07.00, saya sudah di jalan dan posisi di jalan keluar tol bawen. Kondisi perut sudah mulai memberontak alias lapar, tindakan pertama saya adalah banyak minum air putih (pelajaran dasar mencegah lapar hehehe…). Dari pukul 07.00 s.d 08.00 saya berusaha menahan lapar dan mengalihkan fokus pada jalan, saya kemudian teringat sebuah email dari rahma yang isi pesannya menyatakan bahwa rahma saat melakukan OCD dan menghindari sarapan pagi memiliki keuntungan tambahn berupa kemampuan mengendalikan emosi dengan baik, namun sayangnya ini tidak berlaku bagi saya. Alhasil dengan keadaan menahan lapar (10 jam belum makan) ditambah kondisi jalan yang macet total, berimbas emosi saya naik turun. Akhirnya pada pukul 08.00 (11 jam tidak makan) saya menyerah, dan memakan makanan yang seharusnya dijadikan bekal makan siang.

Hasil percobaan pertama

Pengambilan Data 9 Agustus 2013, Jam 10 Malam
Tinggi (cm) 170
Berat Badan (kg) 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7

Kesimpulannya: pada percobaan pertama, saya gagal berpuasa 16 jam dan hanya mampu menyelesaikan 11 jam saja. Pengambilan data pada jam 10 malam menunjukan tidak adanya perbedaan.

Lalu? Harus diakui, pada percobaan pertama penyebab kegagalan saya adalah keadaan lapar. Bila agus dalam emailnya menyatakan bahwa dengan menghindari sarapan pagi, beliau mampu menahan lapar sampai dengan jam 12 maka hal tersebut tidak berlaku bagi saya. Namun rasanya tidak adil mengatakan bahwa OCD merupakan metode gagal hanya dari percobaan pertama.

Percobaan Kedua

Pengambilan Data 9 Agustus 2013, Jam 10 Malam 10 Agustus 2013, Jam 4 sore
Tinggi (cm) 170 170
Berat Badan (kg) 60 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7 15,7
Aktivitas Latihan Beban OFF Latihan kaki dengan metode DTP
Jam Makan Terakhir 9 Agustus 2013, Jam 8 Malam -
Rencana Jam Makan Siang 10 Agustus 2013, Jam 9 pagi
Catatan - -

Catatan Tambahan: untuk menghindari kegagalan pada percobaan pertama, maka saya mengubah pola puasa. Bila sebelumnya mematok target pola puasa 16 jam, makan pada percobaan kedua saya menurunkannya menjadi pola puasa 13 jam sehingga waktu makan terakhir di jam 8 malam dan jam makan siang jam 9 pagi.

 Kenyataan dilapangan:

Kali ini saya berhasil menyelesaikan pola puasa 13 jam bahkan ada kelebihan 30 menit karena saya baru makan di pukul 09.30. Aktivitas pagi saya tidak berbeda dari hari pertama yaitu, pukul 05.00 mengkonsumsi kopi dengan gula pengganti dan cardio 25 menit. Yang membedakan dengan hari pertama, pada pukul 10.00 saya melakukan aktivitas latihan beban dengan metode DTP. Mengapa DTP? Deddy Corbuizer menyatakan bahwa beliau melakukan program latihan ala murid shaolin sebagai pelengkap metode Obsessive Corbuzier’s Diet, dan berdasarkan pengamatan saya metode DTP memiliki tingkat fisik yang menyerupai program latihan murid shaolin (Perkiraan ini saya ambil, karena saat artikel ini ditulis, Deddy Corbuzier belum memberitahukan metode latihan beliau dan perkiraan saya didasarkan dari latihan master shifuyanlei)

Hasil Percobaan Kedua

Pengambilan Data 10 Agustus 2013, Jam 5 Sore
Tinggi (cm) 170
Berat Badan (kg) 60
Kandungan Lemak (Body Fat) (%) 15,7

Kesimpulan: Walaupun pada percobaan kedua saya berhasil menyelesaikan pola puasa 13 jam, namun pada tabel diatas menunjukan tidak ada perubahan yang berarti. Berat badan saya masih di posisi 60 kg dengan kandungan lemak di posisi 15,7 %. Oh ya, pada hari kedua saya tidak merasakan lapar dan emosi yang lebih stabil namun sayangnya saya mengalami pusing. Bisa jadi ini berhubungan dengan darah rendah saya.

Lalu? Sementara ini percobaan pertama dan kedua saya posting terlebih dahulu sebagai jawaban dari tantangan rekan-rekan. Saya akan melanjutkan tantangan sampai 10 hari kedepan, bila sampai hari ke-sepuluh tidak ada perubahan pada kondisi kandungan lemak saya maka secara sepihak saya akan mengakhiri percobaan ini.

BERSAMBUNG…….

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai:

OCD, bisa ketik di: Obsessive Corbuzier’s Diet

Metode Latihan DTP, bisa ketik di: Dramatic Transformation Principle

Siapa Master shifuyanlei?, bisa cari di goggle (hehehe….)