Oerdha Review: Ripped Freak Protein Formula dari Pharma Freak

Bagaimana rasanya sebuah produk yang mencampurkan whey dan formula ripped? Dan ini yang menjadi alasan saya membeli Pharma Freak Ripped Freak Protein Formula..

 

PROFILE

RIPPED FREAK® Protein is scientifically formulated to assist energy expenditure to support fat loss and improve body composition! RIPPED FREAK Protein is made up of superior-quality sources of protein and 4 other ingredient complexes that are scientifically designed to help burn calories to support fat loss!

Sumber: Pharmafreak.com

SUPPLEMENT FACTS

Ripped-Freak-Protein-SuppFacts-USA

Sumber: Pharmafreak.com

 

RASA

Soal rasa, saat hendak membeli ditawari rasa vanila dan stroberi. Berhubungan saya tidak pernah menyukai rasa vanila makanya saya memilih stroberi. Rasa stroberi stroberi Ripped Freak Protein Formula lumayan bersahabat dengan lidah, bila dibandingkan rasa stroberi MR1 yang seperti meminum obat batuk.

 

HARGA

Untuk ukuran 5 Lb, harga di pasaran Indonesia berkisar Rp. 700.000,-

 

EFEKTIVITAS

Ripped Freak Protein Formula mengandung Green Tea, L-Carnitie dan L-Tartrate yang mana bahan ini berfungsi meningkat efek panas tubuh yang bertujuan untuk membakar lemak (Thermogenic Fat Burner). Selain itu pada produk ini juga telah dicampurkan CLA sehingga produk ini sehingga label “ripped” yang tertera bukan sekedar pemanis saja walaupun kandungan bahan-bahan tersebut tidak disebutkan jumlah takarannya pada supplement fact.

Untuk urusan protein,  Ripped Freak Protein Formula terdiri dari campuran Whey Protein Isloate (WPI) dan Whey Protein Concentrate (WPC) yang juga sudah dicampurkan BCAA dan Glutamine.  Namun sekali lagi bahan protein ini pun tidak diketahui jumlah takarannya.

Kelebihan lainnya? Tidak mengadung kolesterol dan bebas aspartame.

 

KESELURUHAN

Bila anda ingin mencoba produk-produk yang asing ditelinga, tidak ada salahnya mencoba produk yang satu ini. Dengan harga pasaran yang berkisar di antara Rp. 6800.000 sampai dengan Rp. 750.000 untuk ukuran 5 lb, sebenarnya Ripped Freak Protein Formula memiliki banyak saingan whey dari merk lainnya yang sudah cukup familiar. Namun dengan embel-embel “Ripped” yang digabungkan dengan whey dalam satu produk, Ripped Freak Protein Formula cukup menarik perhatian untuk dikonsumsi apalagi soal rasa yang mampu berkompromi dengan lidah sehingga Ripped Freak Protein Formula bisa dikonsumsi kapan saat saat diperlukan tanpa perlu ditambahkan dengan whey lain untuk menawarkan rasa. Di Indonesia, produk ini memang belum cukup familiar sehingga jarang ditemukan di toko suplemen ataupun di penjual online.

 

 

Iklan

Kirana Health Club-Review

Bulan November 2012 lalu, ada perintah dari kantor pusat kepada saya untuk mengikuti pendidikan selama 3 hari di kota Yogjakarta. Pendidikan dimulai hari kamis dan berakhir sabtu pagi. Materi pendidikannya sebenarnya bukan hal baru karena hanya mengulang materi pekerjaan sehari-hari sehingga tujuan pendidikan sebenarnya adalah me-refrshing-kan karyawan untuk menghadapi akhir tahun 2012. Lumayan 3 hari “liburan” yang dibiayai kantor hehehe…

Di Yogjakarta, oleh panitia setempat saya diinapkan di JOGJAKARTA PLAZA HOTEL suasananya? Tidak perlu diragukan lagi, sip deh. Di Hotel ini ada cerita lucu saat pertama kali tiba, karena adanya misskomunikasi antara panitia pusat dan panitia lokal, saya ditempatkan dengn seseorang yang tidak pernah mendapat undangan. Alhasil saya sendirian di Deluxe Poll View dan sekali lagi ini sial yang pelu saya syukuri.

IMG01007-20121102-2201IMG00999-20121101-2040

Dan …. yang paling saya syukuri ditempat ini karena adanya KIRANA HEALTH CLUB, sebuah gym yang menjadi satu dengan hotel. Langsung saja saya review KIRANA HEALTH CLUB.

 Lokasi
Jl. Affandi-Gejayan, Complex Colombo, Jogjakarta
Telp. (62) 274 584 222

Operasional
Jam 06-00 sampai dengan 22.00

Fasilitas
Wight Training Circuit alias mesin beban
Outdoor Swimming Pool
Hydrocardio, Kinesis, Arke

Jogging track
Aerobic Class : Classic Aerobic, Body Languange, Taebo, Aeroball, Body Shaping
Loker

IMG00992-20121101-2001

Biaya
Single Facility (Data November 2012) Rp. 450.000,00 Untuk satu bulan dengan pilhan aerobic, fitnes atau tennis.

Hal Unik dan Kekurangannya
Bila Anda penggila fitnes dan kutu loncat tempat fitnes seperti saya, maka Kirana Health Club tidak menawarkan hal yang berbeda dibandingkan tempat fitnes lain. Namun saya harus mengakui bahwa mesin fitnes ditempat ini termasuk modern. Indikator penilaian baik atau buruknya sebuah gym atau tempat fitnes bagi saya pribadi ada di mesin atau alat untuk melatih kaki, karena jarang saya temukan tempat fitnes yang menyediakan mesin untuk berlatih kaki secara lengkap. Dan….. di Kirana Health Club saya beri nilai lumayan atau not poor.
Di Kirana Health Club, bisa anda temukan treadmill dengan layar sentuh berkoneksi internet sehingga saat ada berlatih di atas treadmil tersebut sekaligus dapat mengakses youtube, dijamin rasa bosan tidak datang.
Bagaimana dengan Aerobic class atau yoga class? Sayang sekali saya tidak bisa merasakan langsung karena selama 3 hari berlatih di Kirana Health Club selalu saja di malam hari.
Lalu untuk ruang loker, ada 4 kamar mandi dan banyak loker (saya tak sempat menghitung) yang dijamin saat jam puncak anda tidak perlu bingung menaruh barang bawaan anda dan tidak perlu repot mengantri untuk mandi.
Hal yang lain? Ada PT yang siap dikontrak untuk membantu program fitnes Anda.

Tips:
Kirana Health Club mewajibkan pemakaian sepatu olahraga kepada setiap pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas weight training, bagi Anda pemakai kamar Jogjakarta Plaza Hotel yang ingin memanfaatkan fasilitas fitnes hotel namun tidak membawa sepatu olahraga, Kirana Health Club menyewakan sepatu seharaga Rp. 50.000,00 (data per November 2012)

Memilih Investasi Terbaik

Salah satu keuntungan yang bisa saya ambil dari pengalaman bekerja di industri perbankan adalah keterbukaan pikiran mengenai investasi, yang mana tidak pernah terlintas di benak saat di bangku kuliah Teknik Mesin dulu. Membaca cash flow keuangan, menganalisa kesehatan keuangan, menganalisa karakteristik calon debitur, atau membaca pergerakan ekonomi makro dan masih banyak lain yang jauh merupakan pekerjaan rutin yang berbeda dari ilmu Teknik Mesin seperti teori mekanika fluida, teknik fabrikasi atau teori perpindahan kalor.

Lalu apa yang bisa saya petik dari pekerjaan sehari-hari?

Sebagai pegawai dengan penghasilan rutin bulanan, tentu saya memiliki keinginan untuk meningkatkan nominal dari apa yang bisa saya dapatkan tiap bulan. Salah satu yang pernah saya lakukan dengan cara mendepositokan hasil tabungan saya, dengan kisaran bunga 5-6 % pada bank konvensional dan kisaran bagi hasil ekuivalen 7% pada bank syariah. Namun, dengan inflasi Indonesia sebesar 12% (perhitungan seorang kawan) maka apa yang saya depositokan tidak banyak berarti. Solusinya adalah saya harus mulai berinvestasi.

Bagaimana saya memilih instrumen investasi?

Sulit mengatakan apa yang menjadi investasi terbaik saat ini. Apakah properti, emas, atau obligasi? Tapi satu yang pasti semua instrumen investasi memiliki resiko. Resiko investasi properti? Kenaikan harga tanah tergantung dari lokasi dan investasi properti bersifat tidak liquid. Resiko investasi emas? untuk produk emas berjangka maka resikonya adalah pasar namun bagi saya emas bukanlah merupakan instrumen investasi, emas bagi saya pribadi merupakan pelindung nilai. Resiko obligasi? resikonya tinggi sekali. Dan berdasarkan pengalaman saya bila ada penawaran investasi dengan return (pendapatan) besar tapi diklaim beresiko kecil (bahkan ada yang mengklaim tanpa resiko) maka bisa dipastikan itu investasi abal-abal atau adanya unsur penipuan didalamnya.

Sebelum saya memilih instrumen investasi, saya mengukur kemampuan saya antara lain:

  1. Modal;, meminjam kata-kata dari Ellen May (Penulis buku Best Selling Smart Traders Not Gamblers, praktisi pasar modal, @pakarsaham): “menghitung modal berarti menghitung peluru”. Dengan menghitung modal, saya dapat menentukan pilihan apakah investasi di reksadana  atau investasi di saham.
  2. Tujuan investasi; investasi jangka panjang seperti reksadana saham atau campuran atau investasi jangka pendek seperti reksadana pendapatan tetap
  3. Profil resiko; apakah konservatif, agresif atau moderat.
  4. Pengetahuan; ini penting karena investasi bersifat dinamis. Kepastian di investasi adalah ketidakpastian

Pilihan saya pun jatuh pada investasi Reksadana campuran, alasannya;

  1. Modal saya berkisar 5 sampai dengan 10 juta,
  2. Tujuan investasi saya adalah 20 sampai dengan 25 tahun
  3. Saya berprofil moderate yaitu, sanggup menerima resiko sedang dengan harapan return sedang
  4. Saya tidak memiliki pengetahuan berinvestasi di bursa saham oleh karena itu saya menyerahkan pada manajer investasi untuk mengelola dana investasi
  5. Investasi reksadana praktis dan bersifat liquid
  6. Sebagian besar rekan kerja saya berinvestasi pada pasar modal

Demikian sharing saya mengenai memilih instrumen investasi. Lain kali saya akan menulis bagaimana memilih produk reksadana yang sesuai.

 

 

Pesan Dari Kawan

Pada minggu siang, BB saya bergetar ada sebuah pesan dari kawan lama yang isi nya “Ternyata laut menyimpan sesuatu yang berbeda“….

Membaca sekilas, tidak ada hal yang luar biasa dari pesan ini.  Makna dari pesan ini pun terkesan kabur, meyimpan apa? kalopun laut itu beda, beda dari apa?. Beberapa menit saya pandangi pesan tersebut, semakin saya coba memahami semakin menuju kebingungan. Apa maksud dari pesan ini?

Kemudia saya balas balik pesan tersebut “Kenapa mas bro, ada kejadian apa di Tarakan? hingga ada pesan sarat makna. Kerjaan amankan?”

Dia membalas “Gw di Derawan bos, habis snorklingan nih…  Lo harus kesini bos, ajarin nyelam gw ya.” Belum sempat saya membalas, dia sudah mengirim pesan lagi “Benar kata lo, laut menyimpan sesuatu yang berbeda”. Membaca dua pesan tersebut, saya hanya tersebut dan hanya mampu membalas “Yup betul”

Kawan saya, Taufik Indra, seorang kawan lama saat saya masih aktif mendaki dan kegiatan SAR. Masih segar dalam ingatan saya, saat pertama kali tersesat di gunung merbabu  dan di gunung ungaran hanya karena salah membaca peta hehe.. atau saat melakukan evakuasi di beberapa tempat. Walau, akhirnya saya memilih SAR  Laut dan dia tetap di SAR darat.

Laut memang telah mengalihkan perhatian saya dari pesona mendaki gunung, berawal seorang bocah penggila gunung  menjadi seorang penyelam. Dan orang pertama yang protes pada saya saat itu adalah, Taufik. Alasan protesnya sih sederhana, tidak ada kawan gila lagi yang mau makan mie dan minum secangkir kopi di puncak gunung. wkwkwkwk..

Beberapa kali saat trip ke kekarimunjawa atau ke bunaken, Taufik selalu saya pengaruhi untuk ikut dan mencoba sensasi menyelam.. Dasarnya Taufik punya trauma dengan air, dia selalu menolak ajakan saya. Trauma yang didapatkan taufik saat harus melakukan penyeberangan basah dan dia terseret derasnya sungai, beruntung saat itu saya bereaksi cepat dengan memegang tali jiwanya (ayo apa ini?). Semenjak itu, taufik takut air .

Sebenarnya ketakutan Taufik sangat saya pahami, karena saya ada di saat trauma itu tercipta tapi namanya juga kawan saya ingin dia merasakan sensasi yang saya rasakan..

 

ah itu cerita lama yang hampir terlupakan oleh saya, sampai akhirnya pada minggu itu, 5 tahun berselang sejak ajakan menyelam itu.. akhirnya dia berani melaut..

Siapkan plan dan izin cuti besar, sepertinya bulan Mei 2013.. ada tempat yang perlu saya kunjugi bersama seorang kawan.

Catatan kecil: Saya masih mendaki loh, walau hanya di desa terakhir memonitoringpeserta didik menuju puncak heheheh… sama sajakan di gunungnya!