Mengenal DTP (Dramatic Transformation Principle)

DTP merupakan singkatan dari Dramatic Transformation Principle, sebuah pelatihan yang mengkombinasikan repetisi  berat dan teknik latihan yang sangat radikal untuk meningkat massa otot. Sistem pelatihan ini dikembangkan oleh Kris Gethin.  Dramatic Transformation Principle menggunakan semua rentang repetisi dan tingkatan berat beban, jeda istirahat antar set dan variasi dari teknik gerakan sehingga menjadikan DTP sebuah teknik latihan yang revolusioner untuk memaksimalkan perkembangan otot. Dengan DTP, Otot akan selalu dipaksa anabolik dan selalu “shock” sehingga diharapkan otot terus tumbuh yang berujung pada peningkatan metabolik dan perut six pack.

DTP di khususkan kepada orang yang menginginkan penambahan massa otot dalam waktu singkat , teknik ini lebih cocok digunakan untuk mempertajam otot saat akan kontes binaraga atau sekedar pemotretan. Bila DTP digunakan untuk pemula atau orang yang sedang melakukan program fat loss, maka DTP sebaiknya digunakan di 4 minggu terakhir program. Intinya, DTP digunakan saat tubuh sudah mengalami “stagnan” pada pertumbuhan otot.

Prinsip DTP sangat sederhana, menggunakan piramida beban dan repitisi. DTP berpinsip hanya melatih satu kelompok otot dengan satu atau dua variasi saja namun dengan repitisi super tinggi dan multi set. Sederhananya, untuk melatih kaki hanya hack squat dengan variasi set yaitu 50.40.30.20.10 repitisi dan beban yang meningkat. Setelah menyelesaikan 5 set pertama dan berat beban tertinggi maka dimulai lagi dengan 5 set lagi dengan beban yang menurun. Sehingga total set yang Anda lakukan sebanyak 10 set dengan 300 repitisi dan variasi berat beban.

Berdasarkan pemaparan diatas, DTP diawali dengan repitisi tinggi dan beban rendah untuk membangun serat otot tipe I, selanjutnya repitisi menengah dan beban yang lebih berat (atau medium) untuk melatih  serat otot tipe IIA, lalu latihan diakhiri dengan repitisi pendek dan beban super berat untuk melatih serat otot tiper IIB.

Ingat, DTP merupakan latihan yang tidak bisa digunakan setiap waktu. Maksimal penerapan DTP adalah 4 minggu. Dan selalu kombinasikan DTP dengan konsumsi protein tinggi, istirahat 7 s/d 8 jam perhari dan cardio.

Update…

Karena terlalu banyak email yang masuk dan bertanya mengenai contoh latihannya, berikut contoh yang bisa diterapkan:

Hari Pertama (Senin), Latihan Legs dan Uppers Abs

Set Leg Press (Repetisi) Calf Press (Repitisi) Jumlah Beban
1 50 40 Paling Ringan
2 40 30 Ringan
3 30 20 Sedang
4 20 10 Berat
5 10 10 Paling Berat
6 10 10 Paling Berat
7 20 10 Berat
8 30 20 Sedang
9 40 30 Ringan
10 50 40 Paling Ringan
Set Decline Crunch (Repetisi)
1 Sampai Stress
2 Sampai Stress
3 Sampai Stress
4 Sampai Stress
5 Sampai Stress

Hari Kedua (Selasa)

Cardio 20 Menit

Pilihan Cardio: Treadmill, Sepeda Statis, dll

Hari Ketiga (Rabu), Latihan Chest dan Back

Set Incline Press (Repetisi) Lat Row (Repitisi) Jumlah Beban
1 50 40 Paling Ringan
2 40 30 Ringan
3 30 20 Sedang
4 20 10 Berat
5 10 10 Paling Berat
Set Flat Press (Repetisi) Trap Row (Repitisi) Jumlah Beban
6 10 10 Paling Berat
7 20 10 Berat
8 30 20 Sedang
9 40 30 Ringan
10 50 40 Paling Ringan

Hari Keempat (Kamis)

Cardio 20 Menit

Pilihan Cardio: Treadmill, Sepeda Statis, dll

 Hari Kelima (Jumat), Latihan Arms dan Lower Abs

Set Cable Curl (Repetisi) Overhead Extension (Repitisi) Jumlah Beban
1 40 40 Paling Ringan
2 30 30 Ringan
3 20 20 Sedang
4 10 10 Berat
5 10 10 Paling Berat
Set  Barbell Curl (Repetisi)  Tricep Extension(Repitisi) Jumlah Beban
6 10 10 Paling Berat
7 10 10 Berat
8 20 20 Sedang
9 30 30 Ringan
10 40 40 Paling Ringan
Set Leg Raise (Repetisi)
1 Sampai Stress
2 Sampai Stress
3 Sampai Stress
4 Sampai Stress
5 Sampai Stress

Hari Keenam (Sabtu)

Cardio 20 Menit

Pilihan Cardio: Treadmill, Sepeda Statis, dll

Hari ke-Tujuh (Minggu), Latihan Delts dan Upper Traps

Set Militay Press (Repetisi) Upright Row (Repitisi) Jumlah Beban
1 40 40 Paling Ringan
2 30 30 Ringan
3 20 20 Sedang
4 15 15 Berat
5 10 10 Paling Berat
Set Arnold Press (Repetisi) Shrug (Repitisi) Jumlah Beban
6 10 10 Paling Berat
7 15 15 Berat
8 20 20 Sedang
9 30 30 Ringan
10 40 40 Paling Ringan

Sumber: Bodybuilding.com

Iklan

Menjadi Reseller Suplemen Ternama di Indonesia

Siang ini ada sebuah email yang masuk, pengirimnya dari optimum nutrition indonesia yang isinya mengundang para reseller untuk menghadiri sebuah acara kejuaraan binaraga. Untuk acara binaraga tersebut sebetulnya sudah jauh hari saya ketahui namun yang menarik perhatian saya adalah kata pembuka dari email tersebut yaitu “Dear ON reseller”.
Tanpa banyak menunda waktu segera saja saya menghubungi marketing Met-rx. Untuk diketahui saja bahwa Metrx dan ON dipegang oleh satu distributor tunggal di Indonesia.
Nah jawaban teman marketing saya yang membuat saya takjub. “Iya mas, dirimu dianggap reseller….”.
Ekekekekek ini mah namanya rejeki. Kan sepengetahuan saya untuk menjadi reseller itu ada pembelian minimal sebelum di berinya diskon reseller atau ada target tertentu bagi si reseller sebelum diakui sebagai reseller resmi (tolong koreksi kalo saya salah).
Oke singkat ceritanya, setelah mendapat penjelasan darj teman marketing tersebut saya sempat mikir yang macem-macem mengenai manfaat posisi reseller ini antara lain menjadi penjual online atau membuka gym yang juga menjual suplemen. Sebelum saya mengkhayal terlalu jauh, saya tiba tersadar bahwa pekerjaan utama saya masih lah seorang banker di bank BTN Semarang dan saya masih harus menyelesaikan studi saya.
Akhirnya solusi yang terbaik menurut saya adalah… Bila ada rekan-rekan pembaca blog ini yang tertarik membeli suplemen dengan merek dagang Metrx, Optimum Nutrition (ON), Musclemed atau Dymatize bisa menghubungi saya di oerdha@gmail.com. Sebisa mungkin saya akan memberi diskon yang terbaik buat rekan-rekan… toh prioritas saya sekarang membangun kepercayaan antara Anda dan saya daripada harus mengejar keuntungan.
Terima kasih atas kepercayaan marketing dan rekan-rekan pembaca semua.

Mendesain Program Latihan Beban

Bila sudah terjerat dengan kata CINTA, maka apapun akan dilakukan demi sesuatu yang kita cintai tersebut. Termasuk apa yang telah saya lakukan. Berawal dari pertanyaan dalam hati “bagaimana mendesain program latihan yang tepat”  mengantarkan saya pada sebuah produk online berbahasa inggris. Saya sudah mencoba mencari jawaban dari situs-situs fitnes lokal Indonesia namun lebih sering mendapati kata-kata “temukan latihan yang sesuai’ atau “desain latihan terbaik anda”. Memang ada beberapa kata kunci mengenai “seminar mendesain latihan beban dan aerobik” yang sayangnya setelah saya baca ternyata seminar tersebut diselenggarakan di tahun 2011 hehehehehehehe……….

Benar kata orang bijak, bila sudah cinta maka apapun akan ditempuh untuk mendapatkan apa yang dicintainya. Nah dalam kasus ini, akhirnya dengan mempertimbangkan matang-matang saya membeli sebuah produk online dari negeri paman sam sono. Awalnya saya ragu-ragu karena bila ditotal saya akan menghabiskan sebanyak 349 Us dollar termasuk sertifikat Personal Trainer-nya namun saya hanya mengambil seharga 150 Us Dollar tanpa sertifikat. Mahal? tergantung value of money masing-masing hehe…

Dari program tersebut apa yang saya peroleh?

  1. Exercise Physiology

  2. Functional Anatomy

  3. Weight Management

  4. Special Populations

  5. Training Instruction

  6. Exercise Programming

  7. Health and Physical Fitness

  8. Nutrition

  9. Exercise Prescription and Programming Considerations

 

Sebenarnya pertanyaan “bagaimana mendesain program latihan yang tepat” timbul karena ingin membuat postingan mengenai hal tersebut, tapi setelah nilai investasi yang telah saya keluarkan tersebut saya urungkan niat membuat posting tersebut… maaf bung, ilmu itu mahal.

Hal ini pula telah mengubah paradigma saya mengenai fee Personal Trainer yang selama sering saya pertanyakan. Pernah saya berpikir untuk menyewa PT dalam kurun waktu 6x pertemuan diharuskan membayar sebanyak 1,5 juta merupakan hal tidak masuk akal namun setelah membeli program online tersebut pemahaman saya harus segera dikoreksi… FEE PT untuk indonesia masih terlalu kecil…

Sorry Bung, Ilmu ternyata mahal.

Oerdha Review :Protein Plus Pancake Mix Met-Rx

Kali ini saya mencoba untuk melakukan review sebuah produk MRP (Meal Replacement Powder) dari Merk Met-Rx. Langsung saja …………

 

PROTEIN PLUS PANCAKE MIX

IMG_20130609_100155

Salah bila Anda mengatakan produk ini merupakan produk “whey shake”, dari penggalan “pancake” dan masuknya produk ini kedalam kategori MRP menandakan bahwa produk ini merupakan FORMULA MAKANAN PROTEIN YANG PENYAJIANNYA DI JADIKAN OMELET BERNAMA PANCAKE. Mengapa tulisan tersebut saya blok  dan diperbesar? Menurut Darma marketing dari Met-Rx Indoensia, ternyata masih banyak pembeli yang mengira bahwa produk ini merupakan “whey shake” sehingga Met-Rx Indonesia masih sering menerima komplain mengenai kesalahpahaman ini. -_-

Keunggulan:

  1. Mudah pemakaiaanya. Tinggalkan campurkan 2 scoop dengan 6 oz air (Bila ada punya shake Met-Rx bisa di cek berapa 6 0z) kemudian tuangkan ke teflon pancake atau teflon biasa dengan api yang paling kecil lalu tunggu 1 sampai 1,5 mentit… Jadi deh
  2. 2 Scoop bisa menjadi 3 pancake ukuran sedang.
  3. Bisa dijadikan kudapan setiap saat.

Uji Coba Penggunaan

IMG_20130609_092921 IMG_20130609_092930 IMG_20130609_093159 IMG_20130609_093214

 

Saran saya:

  1. Pada saat uji coba pertama kali, adonan yang saya buat terlalu encer disebabkan kesalahan informasi. Dari informasi yang saya dapatkan campuran adonan adalah 2 scoop ditambahkan dengan air sebanyak 10 oz Ternyata itu kebanyakan… seharusnya campurannya 2 scoop dengan air 5-6 Oz saja.
  2. Setelah pancake jadi sebenarnya sudah bisa dimakan langsung karena rasanya adalah original buttermilk namun untuk meningkatkan selera makan saya, saya mencoba mencampurkan tumpukan pancake dengan selai kacang yang diolesai sirup tropicana lyche… RASANYA??? nyamiiiiii
  3. Pancake ini rasanya netral sehingga Anda bisa menambahkan apapun sesuai selera Anda asal jangan lupa kalo anda sedang program diet.