Suplemen Fitness, apakah HALAL?

Sudah lama pertanyaan ini muncul dalam benak saya, tepatnya diawal saya memutuskan menggunakan suplemen sebagai alat bantu membesarkan otot. Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing karena suplemen yang saya gunakan saat itu hanya berkisar whey dan turunannya seperti isolate, … . Berdasarkan bahan pembuatan whey, insya allah saya yakini bahwa suplemen jenis whey halal untuk dikonsumsi terlepas apakah di pabrik pembuatannya sono saat pencampuran bahan berada di satu mesin yang sama dengan produk lain yang menggunakan bahan haram.. entahlah.
Cukup lama pertanyaan ini raib entah kemana dan tiba-tiba kembali muncul saat saya harus menggunakan produk tambahan pelengkap whey seperti BCAA, Creatine, Fat Burner dan lain-lain. Produk tambahan ini harus saya konsumsi untuk mempercantik penampilan otot saat body contest. Saat mengecek kandungan bahan pada Glutamine sebuah merk suplemen, terbaca satu kandungan yang bernama GELATIN. Sepengetahuan saya gelatin adalah bahan yang terbuat tulang babi atau sapi melalui proses kimia.
Saat membaca gelatin tersebut karena saya membutuhkan tambahan suplemen, saya belum berpikir apakah suplemen itu haram atau halal. Tapi kali ini berbeda, sebagai muslim saya harus lebih memperhatikan kualitas halal atau haramnya makanan yang masuk ke dalam perut sehingga fokus saya tak lagi soal makanan sehat namun juga suplemen halal.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari tahu perbedaan gelatin yang berasal dari sapi atau babi, dari pencarian ini saya akhirnya mengetahui bahwa ada kode tertentu yang harus dicantumkan pada label produk. Setelah mengetahui hal ini, saya lakukan pengecekan pada produk Creatine dari 4 merk berbeda (merk suplemen sengaja saya rahasiakan). Hasilnya adalah tidak ada pencantuman kode pembeda seperti yang dipersyaratkan.
Bila langkah pertama masih belum memberi kepastian, maka selanjutnya langkah kedua adalah menghubungi teman-teman marketing dari distributor suplmen (sekali lagi, siapa saja distributornya tetap saya rahasiakan). Pertanyaan saya ke teman-teman marketing cukup sederhana yaitu “mas bro, tanya. Apakah suplemen A atau B di sertifikasikan halal atau tidak?”. Jawaban “Kalo sertifikat halal sih belum mas, tapi kalo BPOM sih pasti dan hasilnys dari produk kami semuanya aman”.
Oke… hasil langkah kedua pun hanya menambah rasa was-was. Dengan terpaksa, saya mengambil langkah ketiga… yaitu mengeliminasi semua produk yang menggunakan gelatin. Sederhananya, produk dalam bentuk CAPS atau kapsul pasti terdapat bahan gelatin. Hasil dari langkah ketiga ini saya menyingkirkan beberapa produk dari lemari makan saya dan faktanya hampir semua fat burner yang pernah saya konsumsi maupun yang beredar di pasaran disajikan dalam bentuk caps.

Bila ada rekan-rekan yang mengalami hal yang sama seperti saya, bisakah berbagi info mengenai gelatin di seputar suplemen impor (tak hanya suplemen fitnes). Semoga bisa jadi ajang berbagi.

UPDATE…..
1. Twinlab, telah disertifikasi halal oleh IFANCA.
2. Ultimate Nutrition, beberapa produk whey nya telah di sertifikasi halal oleh IFANCA.
3. Dymatize, berdasarkan keterangan dari distributor indonesia bahawa produk Dymatize telah disertifikasi halal selain dari IFANCA.
4. BSN, untuk produk Endoburn, Thermonex, Atrophex dan Cheaters relief ada indikasi menggunakan gelatin yang beràsal dari babi (sumber customer service manager)

Update 2 Jan 14
5.Magnum, telah disertifikasi dari canada ( Sumber : PT. Nutrindo Jaya Sentoso)

Tunggu update selanjutnya ya..

125 thoughts on “Suplemen Fitness, apakah HALAL?

  1. Iya bro,,saya juga mengalami hal yg sama,,akhirnya skg sy beralih ke produk lokal,yg untuk kualitas dan pilihan produk,masih jauh dr produk impor,,seharusnya semua produk2 yg beredar harus mengurus label halal,bukan hanya lppom,krn mayoritas negara kita muslim..klo produk luar ada bermerk HORLEYS produk swiss klo di malaysia sdh lama beredar,produk tersebut langsung berlogo halal dari pabrikan bro,klo di indonesia belum ada yang jual,,sungguh miriss

    • Halo mas Gerry.
      Untuk update, pihak twinlab sudah memastikan produk mereka bersertifikat IFANCA (semacam MUI di USA). Lalu universal nutrition baru sebagian produk merek bersetifikat halal. Untuk Dymatize bersertifikat halal tapi bukan dari IFANCA.
      Masuk dalam kategori abu-abu adalah Met-rx.

      Semoga bermanfaat

  2. Maaf bro?Sy buka di website ifanca, twinlab belum terdaftar halal,yang ada hanya ultimate nutrition untuk produk whey prostar,muscle juice dan amino 2002

    • Di Ifanca memang belum ada, info yang saya dapat pun dari pihak marketing. Kalo gitu, nanti saya mintakan kopian sertifikatnya. Sapa tau dikasih.

      Oh ya bro, kalo dapat produk halal lainnya. Mohon berbagi.

      • Ok bro,yang saya tau hanya produk HORLEYS bro,dia bisa dibeli di apotek2 di malaysia,pabrikan swiss ada logo halalnya,klo ada lagi nanti saya infokan bro,maaf bro??klo bro skg pake suplemen apa??krn skg sy agak ragu pake sembarang suplemen takut tidak halal

      • Prohybrid, bulk protein dan whey yang menganggap dirinya lokal sejati bukan berarti whey itu di produksi di dalam negeri.
        Mereka (produsen lokal) membeli whey dari luar negeri dalam ukuran bulk yang kemudian mereka kemas dan diberi label produk mereka. Negara terdekat yang menyediakan whey dalam kemasan bulk adalah Australia, whey ini adalah whey tanpa rasa alias murni whey. Beberapa perusahaan ternama pun melakukan hal ini dan itu sah saja dalam dunia bisnis.

        Lalu mengapa ada label halal pada produsen lokal tapi tidak ada label halal pada whey produsen ternama walau kita misalkan mereka berdua mengambil bahan baku whey dari perusahaan yang sama (semisal Australia)? Karena produsen lokal kita itu mau dan bersedia melakukan sertifikasi halal sedangkan produsen luar negeri tidak memiliki alasan yang tepat mengapa harus ada logo halal pada kemasan mereka..

      • Sepengetahuan saya… pihak produsen beramsusi produk whey yang mereka impor sudah di periksa oleh lembaga “bpom” di negara tersebut sehingga tidak perlu di cek untuk ke dua kali. Sedangkan untuk halal, mereka mau dan bersedia karena bisa untuk power point bisnis.

    • Saya pribadi masih menggunakan produk twinlab dan dymatize. Pedoman saya, karena saya belum bisa membuktikan bahwa kedua produk tersebut haram dan mereka mau menjamin produk mereka halal maka saya yakini kedua produk tersebut halal, kecuali sampai suatu hari ada info bahwa kedua produk tersebut terkandung atau diperlakukan tidak sesuai syariah (haram) maka saya pasti hentikan semua penggunaan produkn tersebut.
      Untuk urusan bulking relatif lebih mudah bro, produk lokal seperti lmen sudah memiliki produk BCAA, creatine dan gainer. Pakai itu aja bro.
      Tips untuk gainer terbaik (tips ini saya dapatkan dari ade rai) blender whey dicampur oatmel… dijamin bro mantap.

    • Untuk musclemeds belum ada info. Tapi untuk whey dan gainer dikarenakan bersumber dari susu sapi biasanya jarang di sertifikasi halal bro.
      Untuk sertifikasi halal biasa ditunjukan ke bahan gelatin atau proses produksi keseluruhan.

      • Setuju bro, saat menyembelih hewan diharuskan menyebut nama Allah bila tidak akan haram kecuali bila di laut karena air laut mensucikan. Namun, karena whey, gainer dan turunannya berasal dari susu sapi yang diperah bukan disembelih maka tentu saja halal. Memang ada kemungkinan saat proses kimia dari susu sapi menjadi whey dan turunannya tercampur bahan haram tentu menjadi haram dan hal ini akan membuat kita nyaman bila disertifikasi halal.
        Untuk gelatin, baru menjadi perdebatan…

      • Bro?adakah suplemen impor referensi buat saya yang sdh terjamin kehalalanya100%,baik itu whey,pre workout,atau creatine dll,mgkn bro ada masukan buat saya,krn semua msh abu2 setelah tanya2 teman,atau buka referensi di internet,sebelumnya mksh bro?

      • Saat ini yang benar-benar bisa menjamin halal segala produknya hanya twinlab dan magnum karena telah disertifikasi halal.
        Hanya saja kalo soal keyakinan emang produk impor masih abu-abu juga bahkan produk dari bahrain (lupa merk-nya) pun gak jelas.
        Kalo mau yang benar-benar yakin ya produk lokal seperti Lmen. Dulu sih masih enak saat ada rai nutrition, tapi kenyataan rai nutrition pun kalah oleh pasar.
        Hanya menunggu produk muslimtech (kopian muscletech yang benar-benar halal) dan itu entah kapan

      • Blog dengan alamat halalprotein.blogspot.com telah dihapus. Adanya alamat proteinhalal.blogspot.com
        Oh ya bro, untuk horleys ternyata sama saja seperti magnum. Jadi dari pihak bran horleys memang sudah melakukan serifikasi halal (selain ifanca) yang sayangnya bukan seluruh produknya. Nah saat masuk ke malaysia oleh pihak distributor, produk horleys disertifikasi lokal (MUI Malaysia) makanya horleys di malaysia ada logo halalnya.
        Nah seandainya pihak distributor di Indonesia melakukan hal yang sama tentu akan memberi kenyamanan buat kita.

      • Bro?apa betul lipo 6 black halal krn galatinnya dari vegetable source?maaf bro sy bertanya trs untuk memastikan kehalalan produk

      • Maaf bro… sampai saat ini says belum menemukan kebenaran karena email ke Nutrex belum dibalas dan tidak ada distributor lipo di Indonesia

      • Bro ?? Klo mj revo tertera di halal ifanca rasa coklat,strawberry,dan vanilla,tp katanya hy rasa natural flover yg halal,,,mana yg benar ya?

      • Ok bro,,berarti klo sy konsumsi mj 2544 coklat ama vanila halal ya?thanks bro tolong sharing klo ada produk2 yg sdh bersetifikat halal,pre workout,fat burn,whey atau amino,,soalnya ane buka fitness mau jual produk tp harus jelas halalnya dulu?

      • coba bisa di cek di http://www.ifanca.org bro, nanti cari ultimate nutrition, disana sih yang tercantum MJ 2544 coklat sama vanila, cuma badan sertifikasi halal gak cuma dari ifanca, ada lagi yang lain cuma untuk yang lain ane masih bingung buat search produknya..

    • Kalo real gain dari universal sih lumayan bagus buat mereka yang kerempeng, kalo yang niatnya bulking jangan deh… hanya nambah lemak wkwkwk…
      Untuk status halal, belum bisa kasih komentar.

      • Kalo bagus saya sulit membandingkan, soalnya banyak faktor dan rata-rata faktor harga itu yang terutama. Hanya saja tips buat beli gainer, tujuannya apa dulu bro? Kalo untuk bulking maka kalori yang tertera maksimal : Kalori kita + 500 kal. Sedangkan bila didasarkan memang menggemukan badan (niat para kerempeng) kalorinya tinggi sekalian.

      • nah ane itu si para kerempeng bro haha.. kalo liat produk gainer misal kaya dymatize super mass yang kalorinya 1200 itu untung servingnya 350gr/serving, tp kalo buat dymatize elite mass atau universal itu perserving 150gr dengan kalori 600an total protein gak begitu jauh beda, jd kesannya lebih hemat pake yg elite walaupun kalorinya lebih rendah.. bener gak tuh? hehe

    • Beberapa fat burner yang menyatakan diri halal adalah produk dari universal nutrition dengan produk terlarisnya ultra ripped, kemudian fat burner oxyelite namun produk ini memiliki riwayat jelek (cek aja di google) lalu ada fat burner twinlab.

  3. assalamualaikum, shbt2 muslim, saya mau tanya, produk gaspari nutrition khusus nya amino maxx 8000 apa ada yg mensertfkasi halal? tlg bntuan nya ya sahbt muslim

  4. bro…nak tanye..apakah status halal dymatize super mass gainer.?…sbb kat kotak takda logo halal…hope u can reply as soon as possible…so confused now…tq

    • Hai bro..
      Berdasarkan konfimasi dari pihak distributor Dymatize untuk Indonesia bahwa Dymatize telah di sertifikasi halal secara internasional.
      Lalu mengapa di kemasan (kotak) tak ada logo halal tersebut? Karena USA, Canada dan Eropa tidak mewajibkan logo halal tersebut di cantumkan pada kemasan.
      Bila pun mewajibkan yang di cantumkan adalah logo halal untuk kosher. Sedangkan halal kosher dan halal islam adalah beda.
      Begitu juga saat distributor melakukan impor barang, karena pemerintah Indonesia hanya mewajibkan sertifikasi kesehatan makanan dan belum mewajibkan sertifikasi halal pada barang impor.

    • Walaikumsalam …. bila dari Ultimate Nutrition, pihak distributor untuk Indonesia sudah menjamin kehalalan yang dibeli dari website mereka yaitu sportindo.

  5. bro mau tanya untuk creatine monohydrate produk ultimate nutrition khususnya yang kapsul ada kandungan gelatin nya, mohon info ke halal lan dari produk ini bagaimana?

    • Bro… Ultimate Nutrition memberi keyakinan bahwa setiap produk yang dibeli dari website mereka (sportindo) dijamin kehalalannya…
      Namun ada baiknya bro Indra menggunakan creatine powder saja toh sama saja fungsinya…

  6. Salam kenal Bro, ane pernah beli fat burner keluaran BP, disitu ada tulisan mengandung gelatin, karena gelatin ini masih belum jelas halal-haramnya, mending ane cari infonya lebih lanjut, trus coba searching2, nah disitu ada pengalaman penulis blog yg – penulis blog – ini org dari farmasi (kalo ga salah). Dia dikasih tau dosennya cara bedain antara cangkang kapsul yg terbuat dari gelatin babi atau gelatin sapi. Menurut dosennya caranya simpel, kasih ludah telapak tangan kita, terus tempelin kapsulnya di telapak tangan, diamkan selama 15 detik, jika cangkang menempel dan sangat lengket lalu cangkang itu luntur maka itu terbuat dari gelatin babi, tapi jika cangkang itu tidak lengket dan tidak luntur itu terbuat dari gelatin sapi.
    Nah, dari percobaan itu ane dapet yg lengket dan luntur, berarti cangkang kapsul ane terbuat dari gelatin babi. (mulai pusing mikir cara makannya). Waktu itu cara yg terlintas adalah seperti minum obat puyer, ane pikir wah ga praktis banget cara seperti ini, trus ane coba searching2 lagi, cara kedua beli cangkang kapsul sendiri trus pindahin tuh dari cangkang asli kecangkang yg kita beli, ane pikir cara ini sudah mendekati benar, tp cara ini juga lumayan repot, trus ane searching2 lagi dan menemukan cara yg ketiga yaitu datangi apotik trus minta apoteker memindahkan isi dari kapsul yg asli ke kapsul lokal (menurut apoteker kapsul lokal itu halal). Akhirnya cara ada solusi juga untuk cangkang kapsul gelatin ini. Masalah isi kapsul distributor mengklaim terbuat dari bahan herbal, jadi ya ane percaya aja dan memang kalau dilihat dari suplemen factnya sepertinya begitu.

      • Masalah jg bukan hanya cangkang,tp isi kandungan,semoga ada pihak distibutor suplemen fitness yg ingin mengurus sertifikat halal,sampAi skg sy abaikan semua suplemen krn semua impor luar negri,menandalkan lmen,tp hasilnya kurang signifikan,minta tolong infox jika ada informasi mengenai suplemen fitnes yg bersetifikasi halal

    • Maaf baru sempat balas…. biar kata smartphone saya terkoneksi ama wordpress tapi baru sempat balas sekarang.
      Apa sih creatine itu? Creatine itu jenis asam amino yang secara alami di produksi oleh tubuh kita dalam ukuran yang SANGAT sedikit sehingga kita membutuhkan creatine dari luar dengan cara mengkonsumsi protein hewani (ini lah salah satu alasan diet vegan kurang saya rekomendasikan). Lalu apakah creatine halal? Berdasarkan dari jenisnya in sya Allah halal.
      Tapi beli produk creatine yang bubuk saja bukan kapsul karena kalo kapsul belum tentu aman dari gelatin.
      Lalu apa itu creatine monohidrate? Ini hanya salah satu bentuk dasar dari creatine dan yang paling banyak mendapat pengakuan ilmiah sehingga saran saya kalo mau beli creatine beli creatine monohidrate saja karena selain murah sudah terjamin manfaatnya.
      Lalu apa manfaat creatine? Manfaat yang diakui secara ilmiah ada memperbesar massa otot dengan cara mengikat air namun bukan berarti otot menjadi basah karena istilah otot basah dalam binaraga itu lain lagi. Ada baiknya creatinr di konsumsi saat masa bulking untuk binaraga atau saat latihan intensif untuk cabang olahraga lain.
      Berapa jumlah aman untuk di konsumsi? Perhari maksimal 5 gram. Namun bisa menggunakann siklus konsumsi creatine sesuai petunjuk pada tabel produk yang Gerry beli.

      • Ini yang jadi pertanyaan saya ke mas Abdi. Bila mas Abdi beli kerupuk di warung yang in sya Allah berbahan baku halal namun sayangnya karena home industry sehingga di plastik membungkusnya tidak ada logo halalnya. Apa penilaian mas Abdi terhadap kerupuk itu?
        Semoga bisa membantu perumpaan yang saya berikan.

    • Walaikumsalam…
      Sampai saat ini yang menjadi masalah kita adalah gelatin (ada yang terbuat dari babi dan ada yang juga yang terbuat dari sapi) Sedangkan whey karena berasal dari bahan dasar susu sapi maka jarang ada yang mempermasalahkan whey.
      Terima kasih.

  7. Bismilah asalamu’alaikum
    sebagai umat muslim. tentunya sangat berhati2 sekali dalam menjaga makanan yang masuk kedalam tubuh kita halal dan haram di perhatikan, biar berkah, karena menjadi darah serta daging dan menyatu dengan raga, awalny saya mengkomsusi setiap suplemen fitnes merek apa aja,,namun kini berhati2 terutama kehalalny,, yang saya ketahui dan berni jamin halal ada produk ultimate, gelatin ultimate ternyata dari daging sapi, penjelasan ini saya dapat dari deny santoso(kalo ga salah merek ultimate distributorny dia) dan saya dikasih link kehalalan gelatinnya dan bersertificat ifanca utk gelatin ultra ripeed..
    kepada teman2 adakah yang bisa share, produk apa aja yang halal…trims🙂

      • Walaikumsalam Mas Arief.
        Untuk menjawab pertanyaan dari mas Arief, sebaiknya saya berikan perumpaan saja ya. Membeli when itu ibarat membeli kerupuk home industry, bahan bakunya in sya Allah halal namun prosesnya kita gak tau dan plastik membungkusnya pun tak ada logo Halal. Nah apa yang mas Arief nilai terhadap kerupuk itu hampir sama seperti penilaian produk whey diluar merk dagang yang sudah ada lisensi Ifanca.

      • makasih mas oerdha..saya dah temukan yg ada lisen halal dr search di ifanca , UN prostar 100 isolate wlopun mkin komposisi protein dan harga tdak sebagus mutan..tapi kan yg halal insya ALLAH lebih berkah..ya kan mas oerdha…

  8. Lagi cari-cari info tentang suplemen fitnes yang halal, ternyata ada diskusi menarik di blog ini, saya jadi pengen ikutan nimbrung nih.
    Bisa dibilang apa yang saya alami ini mungkin sama dengan bung Oerdha atau rekan-rekan fitnes mania lainnya. Awalnya dalam program body building yang saya jalani, sy hanya mengandalkan Whey Protein dan Gainer saja sejak 3 tahun lalu. Sebelum sy memutuskan untuk memakai suplemen memang terbesit tentang kehalalannya sehingga saya sempat mencari-cari tahu informasi tersebut. Produk yg saya gunakan adalah dari Dymatize yg katanya telah mendapat halal certified oleh semacam MUI di luar negeri sana. Lalu saya akhirnya mencoba beberapa produk Whey dan Gainer merek lain (dari Pharma Freak dan 4 Dimension) karena sy berpikir meski mereka tersebut tidak ada info tentang halal tidaknya, namun kalau melihat bahan baku utama Whey dan Gainer ini yang berasal dari susu sapi yg sudah jelas kehalalannya, maka sy berprasangka baik saja kalau keseluruhan produk Whey dan Gainer yang saya konsumsi halal adanya, Karena meskipun suatu produk tidak ada label halalnya atau informasi tentang halalnya, kan bukan berarti lantas produk tersebut jadi haram bukan ? ini seperti yang diumpamakan oleh bung Oerdha; kerupuk Palembang yang kita udah tahu bahan bakunya insya allah namun karena bungkusnya gak ada label halalnya lalu apakah kerupuk Palembang tersebut haram jadinya..kan belum tentu bukan.
    Namun dalam kasus Whey ini dari searching yang saya dapatkan, memang ada kemungkinan kalau dalam proses pembuatannya bisa memakai suatu unsur yg diharamkan sebagai katalisator dalam pembuatan produknya. Namun sekali lagi sy berhusnudzon saja kalau produk yang saya minum tersebut adalah halal dan thoyib. Masalah mulai muncul saat kebutuhan suplemen sy meningkat, Merasa kurang dengan hanya mengandalkan whey, gainer dan creatine powder, sy lalu mengkonsumsi BCAA Capsule dari AST Sport Science, Seperti biasa karena terlena dengan promo dari penjualnya saya tertarik utk membeli dan mengkonsumsinya, Namun pertanyaan halal atau tidaknya yg sudah terkubur lama (sperti yg dialami bung Oerdha) tiba-tiba perasaan itu menyeruak untuk menyelidiki produk yang yg saya konsumsi. Sebelumnya sy belum pernah mengkonsumsi suplemen caps (kalau tablet amino sih pernah, tp tablet dengan capsule beda loh ya), namun ketika saya mendapatkan info tentang status cangkang kapsul yg jadi perdebatan tentang halal atau tidaknya, lalu sy cek ingredient BCAA Caps tersebut lalu sy dapati adalah GELATIN !! OMG…baru saya sadari nih setelah seminggu sy konsumsi (sekali minum 7 kapsul, total ada 462 kapsul). Saya juga dapati kalau Gelatin itu ada yang terbuat dari sapi, babi dan ikan. dan di produk ingredients AST BCAA 4500 tersebut tidak di cantumkan Gelatin yang digunakan dari jenis apa. Namun prosentase perusahaan2 multinasional yg memakai gelatin dalam produknya kebanyakan adalah Gelatin dari Babi karena lebih murah biayanya. Saya browsing juga tidak menemukan informasi yang jelas Gelatin macam apakah dalam produk yang saya konsumsi tersebut. Akhirnya saya putuskan untuk mengirimkan emal ke Customer Contact yang alamatnya ada di website perusahaan untuk menanyakan apakah produk AST SPort Science telah Halal/Kosher Certified (Jika tidak ada Halal Certified minimal telah Kosher Certified. Meskipun ada perbedaan dalam Halal dan Kosher, namun kalau sudah Kosher maka insya allah Halal juga karena dalam beberapa hukum makanan antara Islam dan Yahudi ada beberapa kesamaan, misalnya bebas dari babi). Atau jika perusahaan belum mendapatkan Halal/Kosher Certified minimal perusahaan tersebut mengkonfirmasi produk mana yang Pork Free dengan Contain Pork. Dan saat ini saya sedang menunggu jawabannya.
    Bahkan saya berencana untuk menanyakan hal yang sama ke perusahaan yang memproduksi suplemen yang saya konsumsi (Pharma Freak dan 4 Dimension Nutrition), mudah-mudahan mereka merespon.
    Oleh karena itu saya anjurkan kepada rekan-rekan fitnes mania disini nih kalau bisa mengontak perusahaan yang memproduksi suplemen yang dikonsumsi lalu sharing informasinya disini, Agar kita semua bisa mendapatkan informasi produk suplemen mana aja yang halal dan thoyib, dan juga opsi serta pilihan kita untuk memilih suplemen fitnes jadi lebih banyak, Karena saya pribadi juga kurang puas dengan suplemen dalam negeri macam L-Men baik dalam kualitas maupun pilihannya cuman sedikit.

  9. Setelah saya email produsen suplemen yang pernah saya coba produknya antara lain Dymatize, Optimum Nutrition, Ultimate Nutrition, Mutant, 4 Dimension dan AST Sport Science, akhirnya ada juga 1 yang balas setelah 15 menit saya email yaitu dari Pharma Freak yang menyatakan kalau produk-produknya memang belum Halal/Kosher Certified namun mereka menyampaikan kalau produk-produknya Pig/Pork Free, adapun Gelatin yang dipakai untuk cangkang kapsulnya pun terbuat dari Bovinae (sapi di Amerika yang bentuknya mirip bison). Fiuuhh..tenang deh saya. Produk Pharma Freak yang banyak dijual oleh seller online di Indonesia biasanya Mass Freak atau Protein Freak.

    Bagi para pengguna Protein Powder (whey, Gainer, Creatine):
    Memang seperti sebelumnya yang saya sampaikan kalau produk suplemen yang saya andalkan selama ini adalah Protein Powder seperti Whey dan Gainer yang bahan dasarnya adalah susu sehingga saya tidak masalah dengan hal tersebut karena hukum dasar susu adalah halal. Namun kalau tidak ada keterangan/logo/sertifikat halalnya apakah dengan demikian produk tersebut 100% terjamin halal? sekali lagi ini seperti analogi yang disampaikan bung Oerdha terntang kerupuk palembang yang kalian udah tahu terbuat dari apa aja bahannya nnamun karena bungkusnya tidak ada logo halalnya lalu apakah kerupuk tersebut halal adanya atau tidak.
    Kalau masalah seperti itu saya pribadi akan serahkan kembali kepada rekan-rekan fitnes mania mana keyakinan mana yang akan diambil. Bagi yang sangat hati-hati (namun cenderung skeptis) bisa saja berkata; Ahh..kalau cuma ngandalin perkataan distributornya atau Customer Service nya tanpa aja keterangan jelas (sertifikasi) tentang halal atau tidaknya mana bisa dijadikan pegangan. Bisa saja mereka berbohong untuk menipu umat islam dan mendapatkan keuntungan bukan..
    Well.., kalau memang begitu yang diyakini saran saya ya sudah pakai saja yang jelas tentang keterangan halalnya seperti Twin Lab, beberapa produk Ultimate, sebagian produk Universal hingga produk lokal seperti L-Men.
    Bagi yang berpikir moderat (seperti saya dan mungkin juga bung Oerdha) mungkin akan mengambil sikap untuk mengkonsumsi kerupuk tersebut meski tidak ada logo halal dibungkusannya. Pertimbangan ini bukan tanpa dasar, sy yakin rekan-rekan seperti bung Oerdha dan yang lainnya tentu meneliti dulu apakah ada kandungan ingredient suplement yang dicurigai tidak halal. Dalam Protein Powder seperti Whey dan Gainer yang perlu di perhatikan biasanya adalah zat yang bernama Lecithin yang bisa berasal dari babi, namun kalau Lecithin tersebut berasal dari Soy/Soya (kedelai) maka Lecithin tersebut aman dari babi. Sedangkan untuk bahan lainnya apakah ada yang mengandung unsur babi atau tidak entah sebagai katalisator atau bahan campuran, sy pribadi mengambil sikap untuk husnudzon aja kalau produk tersebut Pigs Free. Keputusan sy ini memang di dasarkan atas asumsi dan saya sadari kalau hal tersebut tidak bisa dijadikan jaminan kebenaran halal atau tidaknya, sehingga sikap saya saat ini mungkin saya habiskan dulu suplemen Protein Powder yang masih ada (saat ini sedang pakai protein powder baik whey maupun gainer dari Nutrabolic, Pharma Freak, Mutant dan 4 Dimension) lalu beralih ke produk yang emang udah jelas status halalnya biar lebih berkah insya allah.

    Hati-hati dengan suplemen kapsul !
    Selama ini saya mengandalkan protein powder saja, dan ketika di rasa kurang saya mulai coba suplemen lain sebagai penunjang, dalam kasus saya ini saya pakai BCAA Caps dari AST Sport Science. Efek positif dari BCAA saya rasakan benar karena saya merasa recovery saya lebih cepat ketika mendapat asupan tambahan dari BCAA, namun efek negatifnya adalah ketika seminggu sudah saya konsumsi saya baru sadar ketika membaca artikel tentang gelatin yang dibuat dari kolagen binatang seperti sapi, babi dan ikan. Dan Gelatin tersebut saya dapatkan tidak jelas dari bahan apa dibuatnya dari label ingredient produk yang saya pakai itu. Seharusnya sih memang harus dicantumkan kode Gelatin yang dipakai sebagai cangkang kapsul, sebab dari kode tersebut bisa kita bedakan bahan pembuatnya apakah berasal dari sapi, ikan atau babi. Tapi kenyataannya memang tidak ada dicantumkan informasi tersebut dalam label ingredient oleh produsennya. Jadi saya sarankan agar berhati-hati dalam memilih suplemen kapsul yg di ingredients nya tercantum kata Gelatin, bila tidak jelas informasi Halal/Kosher dari produk tersebut sebaiknya tidak mengkonsumsi produk tersebut. Namun bila telah mendapatkan informasi entah itu dari Customer Service, Distributor dsb bahwa cangkang kapsulnya tidak berasal dari babi…maka dengan informasi ini paling tidak bisa jadi pertimbangan untuk memilih produk tersebut atau tidak. Tapi sekali lagi ini cuman statement yg kebenerannya msh perlu diuji dan tidak bisa dijadikan pegangan hukum, Sertifikasi Halal/Kosher tetap memegang peranan utama sebagai dasar pegangan bahwa produk tersebut Halal dan bebas dari babi.
    Oleh karena itu untuk menghindari polemik tersebut, saya sarankan (dan sy yakin bung Oerdha sejalan dengan saya) untuk mengkonsumsi suplemen dalam bentuk Powder (bubuk) saja karena lebih aman (insya allah). Sampai saat ini BCAA Caps yg baru sy beli belum sy konsumsi lagi tuh sampai saya dapat kejelasan kalau Gelatin yg digunakan untuk membuat cangkang kapsulnya terbuat dari apa. Langkah untuk mengganti cangkang kapsul atau melepaskan dari cangkang kapsul dan mengkonsumsi bubuknya saja menurut saya pribadi hal tersebut bukan jalan keluar yang baik. Karena bubuk suplemen tersebut yang didalam cangkang kapsul tentunya sudah menempel atau terkena unsur yg diharamkan, jd kalau mau lebih berhati-hati sebaiknya tidak usah di konsumsi aja sekalian.

    Lalu harus bagaimana?
    – Bagi yang ingin berhati-hati dan secara ketat memperhatikan apa yang masuk kedalam mulutnya, saya sarankan gunakanlah suplemen/produk yang sudah jelas Halal nya (bersertifikasi Halal) baik yang dalam negeri maupun yang impor. Namun kadang ada kasus dimana beberapa produk dari suatu produsen yang ada sertififikasi Halal nya namun ada juga yang tidak namun ingin dikonsumsi lalu harus bagaimana ? (misalnya Ultimate Nutrition dimana produknya ada yg punya Label Halal dan ada yang tidak)..Dalam kasus ini saya pribadi berpendapat bahwa perusahaan yang mensertifikasi Halal produknya telah menyadari bahwa pangsa pasar konsumen yng membutuhkan barang Halal ini sangat banyak (umat islam) sehingga mereka akan berproduksi sesuai ketentuan Sertifikasi Halal. Adapun jika ada produk dari mereka yang belum bersertifikat Halal/Kosher maka dengan memakai ilmu asumsi (praduga) saya berpendapat kalau produk tersebut insya allah akan terbebas dari bahan haram karena mereka yang menyadari pentingnya membuat produk Halal tentunya tidak akan secara sembarang menggunakan bahan haram pada produk mereka yang lainnya. Lagi pula jika tidak ada logo Halal bukan berarti produk tersebut mengandung bahan yang diharamkan bukan (analogi Kerupuk Palembang nya bung Oerdha).
    Dasar penggunaan asumsi ini mungkin juga berlaku pada produsen suplemen besar yang sudah lama berdiri dan punya nama, misalnya Optimum Nutrition..saya belum dapat informasi tentang Sertifikasi Halal/Kosher dari produk Optimum Nutrition namun dari informasi di websitenya, dengan ekspansi internationalnya lewat para Retailer atau Distributor resminya dibanyak negara termasuk negara-negara Islam macam Saudi Arabia, Jordania, Yaman, UEA, sampai Indonesia, hal ini bisa dijadikan suatu asumsi yang kuat kalau Optimum Nutrition tidak secara sembarangan memproduksi dari bahan yang diharamkan oleh konsumen di pasar-pasar potensial mereka seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

    – Bagi yang berpikiran moderat dalam arti tidak memikirkan tentang Logo Halal/Kosher (analogi Kerupuk Palembang; tidak ada logo halal di bungkusnya belum tentu itu haram), alangkah baiknya sebagai umat Islam agar bersikap cerdas dalam memilih dan mengkosumsi suatu produk suplemen supaya tidak melanggar hukum dan syariat dalam keyakinan yang dipegangnya. Hal ini bisa di manifestasikan dalam suatu sikap yang jeli dalam melihat dan mengerti komposisi bahan baku produk suplemen yang digunakan. Misalnya seperti yang di alami bung Oerdha ketika melihat salah satu bahan yang berpotensi haram yaitu Gelatin dalam salah satu suplemen yang digunakannya sehingga akhirnya bung Oerdha menyingkirkan semua suplemen tersebut, dan juga yang saya alami dimana saya menghentikan sementara konsumsi produk suplemen tersebut sampai dapat kejelasan status bahan bakunya.
    Untuk lebih amannya memang menghindari produk yang di curigai tersebut dan menggantinya dengan produk alternatifnya, misalnya yang di curigai berpotensi haram adalah suplemen kapsul, maka dengan demikian gunakanlah suplemen dalam bentuk bubuk supaya lebih aman.

    Terakhir.., kita sebagai hamba Allah SWT dan umat dari Muhammad SAW sudah selayaknya untuk mengikuti dan mematuhi apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya salah satunya adalah dengan berhat-hati terhadap apa yang kita makan. Sesuai dengan sabda baginda Rasulullah: “ Tubuh yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka ia lebih banyak tempatnya di neraka. ” (H.R At Tirmidzi). Namun secara kontekstual dan mendalam, sabda beliau tersebut tidak hanya agar meminta kita agar tidak memakan barang yang haram secara substansi makanannya tetapi lebih luas daripada itu termasuk juga upaya kita dalam mendapatkan makanan tersebut halal/thoyib atau tidak. Sebab percuma bukan kalau makanan yang kita makan adalah Halal secara substansi tapi kita dapatkan makanan tersebut dengan cara atau dari perbuatan yang haram.

    • Persoalan halal/Kosher sudah merupakan isu yang sering diperbincangkan tidak hanya di Indonesia ataupun malaysia melainkan sudah di tingkat internasional. Tidak percaya? Sesekali berkunjunglah ke forum bodybuilder seperti bodybuilding.com atau forum yang lain, pasti ada beberapa tema yang memperbincangkan mengenai halal (tidak hanya kosher) suplemen dan yang menariknya dari perbincangan tersebut selalu terbelah menjadi 3 kubu. Kubu pertama tentu yang tidak peduli soal halal atau tidaknya suplemen tersebut namun menitikkan beratkan pada kualitas produk, dan jangan salah duga bahwa kubu pertama ini selalu di isi oleh non islam. Kubu 2 justru sebaliknya, selalu mengutamakan kehalal-an yang sayangnya harus melalui bukti nyata yaitu logo Halal pada kemasan. Sedangkan kubu ke-3, lebih rasional (saya mencoba menggantikan istilah moderate) yaitu peduli dengan kehalal-an produk yang digunakan namun sadar bahwa sekarang belum era dimana dituntut produk internasional di beri label (logo) Halal maka kubu ke-3 ini benar-benar selektif dibandingkan kubu 1 dan tentu saja memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi di bandingkan kubu 2.

      Saya yakin, kedepan isu halal menjadi isu serius di Industri suplemen internasional, mengingat islam sudah menjadi isu global.

      Oh ya, analogi kerupuk Palembang tersebut saya buat justru karena saat ini itulah jawaban terbaik yaitu persoalan ini kembali pada sudut pandang masing-masing. Saya dan Bung Annas memiliki sudut pandang yang sama dalam persoalan ini, bagaimana Anda? Itu tergantung pengalaman masa lalu Anda yang membentuk sudut pandang Anda sekarang.

      • Saya yakin, kedepan isu halal menjadi isu serius di Industri suplemen internasional, mengingat islam sudah menjadi isu global.—-> setuju bung Oerdha.. jumlah umat islam saat ini yang berjumlah kurang lebih 2 milyar dan merupakan agama terbesar di dunia saat ini (http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/01/13/mzbetu-hari-ini-islam-jadi-agama-terbesar-di-dunia) merupakan pangsa pasar yang sangat-sangat potensial baik dan tidak bisa di abaikan begitu saja baik oleh industri suplemen/makanan. Sedikit bicara politik; harusnya dengan potensi sebesar itu umat islam (terutama negara-negara yang mayoritas penduduknya islam) harusnya memiliki daya tawar yang tinggi terhadap produsen makanan yang ingin memasarkan produknya ke kalangan umat islam. Dalam hal ini pemerintah seharusnya berperan aktif dalam menseleksi produk lokal dan terutama produk impor yang akan dipasarkan untuk umat islam sebagai konsumen terbesar. Upaya tersebut bisa diwujudkan dalam suatu sinergi antara pihak pemerintah yang mungkin saja diwakili oleh BPOM, organisasi agama seperti MUI ataupun pihak swasta seperti Retailer/Distributor. Dimana pihak Retailer yang ingin memasukan dan memasarkan suatu produk harus lewat BPOM atau MUI terlebih dahulu. Di Amerika Serikat atau di negara Barat sana orang-orang Yahudi walaupun jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan umat Islam, namun mereka bisa dengan aktif dan giat melakukan pendataan dan sertifikasi produk-produk yang menurut mereka Kosher (boleh) untuk dikonsumsi oleh masyarakat mereka. Bahkan mereka sepertinya berambisi untuk lebih mempopulerkan istilah Kosher tersebut ketimbang istilah Halal. Harusnya umat islam sebagai umat beragama terbesar tidak kalah oleh umat Yahudi tersebut. Kalau kita menaikan daya tawar kita, misalnya tidak mengkonsumsi produk yang tidak ada keterangan Halalnya dan hanya memilih yang jelas-jelas Halal, para produsen tersebut pastinya akan mempertimbangkan lagi pentingnya status Halal dalam produk mereka. Dan saya yakin juga sih dan sependapat dengan bung Oerdha kalau kedepannya isu halal akan menjadi isu yang harus diseriusi oleh produsen suplemen internasional.

        Dan kalau boleh usul kepada bung Oerdha, agar blognya ini dijadikan semacam forum kecil yang menginformasikan tentang status produk-produk mana saja yang Halal dan yang samar-samar. Karena saya lihat nampaknya bung Oerdha memiliki informasi yang cukup banyak untuk bisa di share dan juga kepada rekan-rekan fitnes mania yang saudara seiman jikalau ada informasi yang dimiliki yg bisa dijadikan pertimbangan (baik untuk yang Strict maupun yang Moderate) dalam memilih produk suplemen. Jadi setiap ada informasi baru yang didapat alangkah baiknya kalau bung Oerdha memperbaharui informasi tersebut dalam blog ini,

        Salam,

      • Maaf mas… bukan bermaksud menggurui, menurut sebagian ulama, apabila kita masih ragu terhadap sesuatu sebaiknya ditinggalkan. Jadi kalau belum yakin halal atau tidak sebaiknya jangan dikonsumsi.

        Saya juga masih sedang mencari-cari yang halal. Terima kasih atas info-info nya mas.

      • Himbauan mas Hendra itu benar tapi kurang tepat di diskusi kali ini, mengapa? Karena keraguan itu bersifat subyektif didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan seseorang. Kembali pada analogi kerupuk yang saya gunakan. Seseorang bisa ragu karena ketiadaan logo Halal namun ada juga yang langsung yakin akan kehalal-an.

      • saya sependapat dengan bung Oerdha, tapi juga membenarkan bung Hendra. Ketika bung Oerdha memproduksi kerupuk palembang namun dibungkusnya tak ada logo halal entah karena bung Oerdha tidak mengurus hal tsb atau mungkin karena alasan lain. Beberapa orang bisa yakin kalau produk tersebut halal karena beberapa asumsi:
        – orang tersebut mengetahui bahan baku apa saja yg digunakan dalam pembuatan kerupuk tersebut dan proses pembuatannya, dan insya allah kalau bahan2 tersebut adalah halal
        – orang tersebut berasumsi kalau produk tersebut dibuat oleh seorang muslim dan dengan cara yg islami karena berasal dari wilayah yang mayoritas muslim (palembang) jadi tidak perlu khawatir meski tidak ada logo halalnya. Ini seperti saat kita berada diwilayah dimana muslim adalah minoritas (seperti jika sedang di China misalnya) maka pastinya kewaspadaan kita terhadap makanan yg ada didaerah tersebut akan lebih tinggi tinggi bukan, berbeda dengan keyakinan kita terhadap kerupuk yg dibuat oleh bung Oerdha di palembang sana.

        Disisi lain orang bisa aja beranggapan kalau kerupuknya bung Oerdha tidak halal karena beberapa asumsi.
        – tidak ada logo halalnya
        – tidak tahu informasi tentang bahan baku atau proses produksinya sehingga jadi ragu kalau itu tidak halal.

        Hal yang sama berlaku juga pada suplemen yg beredar.
        – beberapa orang berkeyakinan halal karena melihat bahan bakunya aman sehingga insya allah produknya halal meski tidak ada logo halalnya.
        – beberapa orang berkeyakinan kalau tidak suplemen tersebut tidak halal karena sudah tidak ada logo halalnya, berasal/dibuat oleh daerah/negara yang bukan muslim pula (atau mayoritas bukan muslim) sehingga kemungkinan kalau produk tersebut tidak halal jadi lebih besar. Mungkin ceritanya akan berbeda kalau produk tersebut Made in Saudi Arabia, meski gak ada logo halalnya namun ketika kita menyadari itu dibuat oleh negara yang mayoritas muslim pasti kita akan beranggapan kalau produk tersebut Halal. Penilaian-penilaian seperti ini disadari atau tidak pasti ada yang kemudian jadi dasar keputusan kita dalam memilih.

        Kembali ke pertanyaan awal yg digulirkan oleh bung Oerdha:
        “Kalau tidak ada logo halalnya apakah produk tersebut lantas haram ?
        Karena suatu produk dibuat atau berasal dari orang/negara bukan muslim (atau mayoritas bukan muslim) apakah lantas produk tersebut tidak halal ?”

        Well…menurut sy kembali kepada definisi halal tersebut bagaimana kita mengartikannya, tentunya mengartikannya dengan keilmuan yg jelas dan bukan pendapat yg menguntungkan hawa nafsu kita. Karena sebagai muslim kita diwajibkan untuk tunduk kepada syariat dari Allah dan RasulNya.

        Bagi yang merasa yakin kalau kerupuknya bung Oerdha aman dan halal setelah melakukan banyak cari tahu, monggo silahkan dikonsumsi.
        Tapi bagi yang merasa ragu dan kurang yakin kalau kerupuknya bung Oerdha tidak halal, yo wis gak usah dikonsumsi dan pilih aja kerupuk lain yang udah jelas informasi halalnya.

        Tambahan;
        Minggu kemaren sy dapat balasan dari bagian marketing (business development) dari 4 Dimension Nutrition yang kebetulan bernama Mohammed Barakat sehingga insya allah seorang muslim yang baik, menginfokan kalau produk 4 Dimension Nutrion adalah halal….meski beliau tidak memberitahukan kalau produk-produknya sudah bersetifikat halal atau tidak. Namun setidaknya informasi ini bagi saya sangat bermanfaat tentang kejelasan dari produk yang saya konsumsi.
        Jadi bagi rekan-rekan fitnes mania yang sedang atau akan mengkonsumsi produk dari 4 Dimension Nutrition (www.4dnusa.com) saya infokan kalau produk tersebut (insya allah) Halal.
        Saya pribadi memang sering mencoba produk alternatif selain dari produk dengan nama besar seperti Ultimate Nutrition, ON, Twin Lab, dll, karena produk alternatif tersebut memang relatif lebih murah. Namun sebagai seorang muslim tentunya saya harus tau juga informasi tentang produk tersebut. Jikalau saya mendapat informasi baru tentang kehalalan produk-produk tersebut seperti yg skarang kita diskusikan, insya allah saya akan share kepada kawan-kawan disini.

        Salam,

  10. Dear bro.. ikut nimbrung yah, kebetulan nasibnya sama nih, baru pilah pilih produk yg aman utk muslim, sy ingin mendapat masukan juga mengenai 1.Lechitin (ada yg berasal dr soy dan ada yg masuk kategori haram) 2.whey protein, yg dimaksud halal apakah ditinjau 100% isinya daging sapi? atau merujuk dr segi cara pemotongannya?(fabrikasi) pengolahannya. Demikian mohon masukannya.. dari kawan2..

    • Halo kazz,
      Untuk pertanyaan pertama, jujur saya masih belum menemukan sumber yang dapat dipercaya alias sumber ilmiah mengenai keharaman Lechitin.. semua mengenai Lechitin yang merupakan haram saya dapatkan dari artikel blog yang sumbernya pun dari blog lain yang sumbernya asli entah dimana (untuk soal ini, saya teringat waktu white coffe merk tertentu di tuduh berbahan baku haram sedangkan sumbernya yang menyatakannya harampun tak jelas namun sayangnya publik sudah terlanjur percaya).
      Sepengetahuan saya, Lechitin merupakan turunan protein yang tidaj bisa diproduksi oleh tubuh (asam amino essensial). Sumber utama lechitin berasal dari kuning telur dan kacang-kacangan (termasuk soya).
      Nah dari sini saya tidak bisa menjawab, dari sumber haram mana Lechitin berasal, bila berasal dari tulang babi (salah blog mengatakan berasal dari sumber ini) maka saya bisa menjawab ini bukan Lechitin melainkan gelatin.
      Karena itu saya memilih tidak bisa menjawab soal keharaman Lechitin.
      Untuk pertanyaan kedua, whey bukan berasal dari daging sapi melainkan dari susu sapi. Sehingga bila dari sumbernya maka in sya Allah halal, namun seperti yang selalu saya katakan dari dulu saat fabrikasi apakah tercampur sengaja atau tidak maka itu menjadi hal yang sulit saya ketahui. Entah itu pabrik di luar negeri atau pabrik dalam negeri, soal tercampur ini menjadi sulit diketahui dengan pasti.

      • whey yang dari daging sapi biasanya dikenal dengan beef protein, seperti Carnivor dari Musclemeds…saya sih menghindari jenis ini, walaupun dari daging sapi tapi kan mana tau sapinya dipotong dengan cara apa, hehe…tapi kalo whey biasa yg dari susu sapi sih tetap konsumsi aja, kecuali ada gelatinnya lho ya

    • Kalo berbicara “lebih baik” maka indikator adalah sains.
      Dan… kalo berbicara sains maka variabel ada penelitian dan jurnal ilmiah, so bila begitu mana yang creatine yang terbaik?

      Jawabannya: yang banyak diteliti dan banyak jurnal ilmiahnya adalah creatine monohydrate yang powder… ini yang terbaik yang pernah di teliti (siapa tahu, aja ada turunan creatine terbaru yang lebih baik namun belum diteliti aja).

      Creatine Monohydrate yang powder bisa menjadi pilihanmu, namun kelemahanya creatine powder kan harus dicampur dengan air didalam shaker sebelum diminum sedangkan sifat creatine itu mudah larut dalam air. Bila terlalu lama bercampur air maka creatine larut dan hanya menjadi biasa saja.

      Kelemahan inilah yang membuat munculnya creatine bentuk caps, biar lebih mudah saja.

      So bro win, soal caps atau powder sama saja. Yang jadi perhatian harusnya pilih creatine monohydrate atau turunan yang diklaim lebih canggih hehehehe.

  11. assalamualaikum..
    saya baru ingin nge gym nih..
    suplement apa yaa ang bagus untuk saya.??
    Ada yg saranin amino, ada juga creatine..
    saya sih condong ke amino.??
    kira” yg bagus, dan halal pastinya untuk saya konsumsi amino merk apa yaa.??
    atau kalo creatine merk apa.??
    tolong beri beberapa rekomendasi merk suplemennya untuk saya jadikan perbandingan..
    makasih banyak..
    saya tunggu balasannya..
    wassalam..

    • Walaikumsalam..
      Sebelum membeli suplemen ada baiknya, cek dulu apakah memang sudah saatnya membeli suplemen atau belum. Caranya:
      1. Sudahkan makanan kita termasuk dalam kategori “eat clean” bila belum, buat apa ngeluarin duit beli suplemen yang nantinya gak akan menghasilkan apapun.
      2. Sudahkan nutrisi kita dari real food telah terpenuhi? Terutama kebutuhan proteinnya sudah terpenuhi? Ingat minimal kebutuhan protein adalah 1xBerat Badan dan Maksimal 3x Berat Badan. Kalo protein belum terpenuhi sebaiknya beli suplemennya adalah WHEY.
      3. Sudah berapa lama berlatih? Atau berapa intensitas latihanmu? Kalo belum ada setahun ya ngapain beli suplemen toh setahun latihan goal settingnya bukan transformasi tubuh melainkan transformasi setting mainset. Kecuali Anda ikut program yang diawasi oleh personal trainer.

      So… saran saya daripada beli amino atau creatine mending belinya adalah WHEY

      • Ikut nimbrung bro…saya sk olah raga juga tidak hanya fitnes tp jg atletik yg lain cm yg mau saya tanyain gimana crnya mengurangi kadar lemak saya krn saya ngerasa klau badan saya masih berlemak meskipun saya uda tiap hari olahraga dan makan cm kebanyakan sehari sekali aja, atau sumplemen apa yg cocok buat saya? Sementara ini brt saya 76kg-an dg tinggi 171cm

      • Tiga pilar utama fitness
        1. Workout
        2. Nutrisi
        3. Istirahat
        Ingin serius tambahkan ke empat (optional)
        4. Suplemen

        Bagaimana dengan Anda? Apakah setiap workoutmu sudab mencapai failure (batas tubuh dalam mengangkat). Apakah nutrisimu terpenuhi minimal kebutuhan harian atau istirahatmu minimal 6 jam per hari?
        Kalo belum… jangan harap ada progres..
        Apalagi makanmu cuma sehari sekali. Situ mau olahraga atau survival bro? Dulu saya pelatihan survival di gunung hutan pun makan saya usahakan 3x sehari walau dengan bahan dari alam..

        Intinya kalo situ makan sehari sekali, tubuh itu masuk kedalam zona penghemata energi yang ujung2nya bukan lemak yang dibakar tapi otot dulu. Pelajari cara makan yang benar dulu ya bro

  12. Assalamu’alaikumo, mohon bantuannya agan2, saya rencana mau memperbesar massa oto dan gemuKin badan. Terus kira2 saya harus konsumsi Whey, creatina ataukah amino? dan tolong diinfokan suplemen apa saja yang telah tersertifikasi halal? Terima Kasih

    • Walaikumsalam…
      Konsumsi real food dulu yang benar dulu bro…
      Supplemen yang penting whey, bcaa, creatine dan pre workout.

      Suplemen yang telah disertifikasi halal cuma twinlab…

  13. Mas bro, tanya, untuk amino 2000 terjamin halal ga?
    Kalo ada recomendasi suplemen halal, boleh dong bagi infonya mas brow.
    Tera kasih

    • Kalo yang tertera jelas kehalalannya baru merk pro hybrid yang sayangnya mereka belum mengeluarkan produk amino.
      Kalo sudah disertifikai halal namun tidak tercantum ya twinlab.

      • Klu mass muscle gainer gimana gan?? Halal atau tidak krn 2 bulan trakhir ku minum itu. Ku sudah cari informasinya tapi blum dapat. Mohon infonya ya bg oerdha

      • Mass Muscle Gainer merk apa dulu bro? Dugaan saya muscletech ya?
        Kalo yang baru tertera logo Halalnya baru dari merk dagang Lmen dan ProHybrid sisanya tidak dicantumkan dan harus punya keyakinan kuat.

    • Hai bro….
      Pertanyaanmu itu jawabannya 2 poin loh.
      Poin 1. Merk dagang AST memposisikan diri sebagai produk premium sehingga whey Raptornya terbilang bagus dan berimbas pada harganya yang menakjubkan.
      Poin 2. Apakah bro Fai sudah membutuhkan suplemen whey? Bila ya, apakah harus langsung ambil merk premium ya? Walau tidak dipungkiri dengan harga tukar rupiah yang meningkat seluruh harga whey sudah gak masuk akal lagi.

      Saran saya, harga whey sekarang menggila… mending nunggu sampai nilai rupiah stabil dulu aja.

    • Halo bro,
      Kemungkinan besar haram.
      Unsur haramnya pada justru pada proses pembuatannya
      Carnivor maupun carnivor mass bukanlah whey melainkan daging sapi yang diproses menjadi bubuk cair.
      Nah di mana keharamannya muncul?
      1. Apakah daging sapi itu telah diproses dengan tata cara syariah atau tidak?
      2. Apakah hukumnya daging yang seharusnya dikunyah justru diproses lalu menjadi bubuk dan justru diminum.

      Nah 2 poin diatas yang menyebabkan kecenderungan haram pada carnivor dan carnivor mass.

  14. saya baru test ultra ripped dari UN, dg cara seperti saya lihat di internet “cara membedakan capsul gelatin babi” yaitu menjilat jari kita lalu tempelkan kapsul ke jari tadi, jika dalam 15-25 detik capsulnya lengket dan meninggalkan bekas/warna di jari berarti gelatin mengandung babi, dan ternyata ultra ripped dari UN tidak lengket dan terjatuh ketika saya berusaha menempelkan ke jari saya.

    mudah2an bermanfaat.

  15. Bro, saya terakhir pake musclemed Carnivor, udah mau abis lagi pake yang 8lb. hahaha

    nah pengen pindah ke WHEY yg lain, sarannya merek apaan nih? yg pastinya Halal.
    secara ane ga mau jatuh kelubang yang sama 2 kali.😀

    makasih buat artikel ini…

    • Kalo mau whey yang dijamin ke halalanya, bisa pakai yang produk lokal seperti lmen atau lokal campuran seperti hybrid whey atau yang rada booming sekarang whey OCD punya om Deddy Corbuzier.
      Nah ketiga pilihan dijamin halal.

      • Mau bertanya, Mengenai Muscle Juice Revolution 2600

        1. Muscle juice revolution 2600 apakah halal atau haram ?
        2. Terus apakah produk Muscle Juice Revolution 2600 itu ada efek samping nya ?
        3. Saya body building melalui Calisthenic, apakah cocok menggunakan Muscle Juice Revolution 2600 ?

        Saya tertarik dengan yg 2600, karena yg 2544 lemak nya cukup tinggi juga.

  16. Mau bertanya, Mengenai Muscle Juice Revolution 2600

    1. Muscle juice revolution 2600 apakah halal atau haram ?
    2. Terus apakah produk Muscle Juice Revolution 2600 itu ada efek samping nya ?
    3. Saya body building melalui Calisthenic, apakah cocok menggunakan Muscle Juice Revolution 2600 ?

    Saya tertarik dengan yg 2600, karena yg 2544 lemak nya cukup tinggi juga.

    • Walaikumsalam, glucosamine dan chondoitin oleh industri diambil dari kulit atau cangkang kepiting atau kerang. Nah kalo kerang mungkin kita sepakat halal, namun kalo kepiting sepengetahuan saya ada yang mengharamkannya. Khusus untuk Chondoitin , industri selain mengambil dari kerang dan kepiting, juga mengambil dari sapi bahkan babi. Karena itu, untuk saat membeli salah satu produk sebaiknya diperhatikan berasal dari apa bahan bakunya. Lalu untuk memastikan pilih saja produk yang berlogo kohler.

  17. semoga thread ini masih di jawab, bang mau tanya kalo Fat burner kelauran Universal Nutrition itu halal tidak? kalo baca ingredient nya sih gak ada gelatin. siapa tahu abang punya info mengenai produk yg satu ini.

    • Kalo dulu jawaban dari pabrikan asal yang di amrik sono, dijawab mereka gak bisa menjamin bahan2 mereka atau gelatin mereka berasal sumber halal dikarenakan mereka memang tidak melalukan sertifikasi kosher (halalnya Yahudi) maupun halal (halalnya muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s