Oerdha Review: Dilate Dari ANS Performance

Ketertarikan saya terhadap Dilate dari ANS Performace berawal informasi dari seseorang binaragawan yang juga ahli kimia, beliau menyampaikan kepada saya “Kalo pilih pre-workout rekomendasi dari saya yaitu Red Line White Heat dari VPX, Dilate dari ANS Performace dan Outlift dari Nutrex”, namun sayangnya saat itu ketiga suplemen belum hadir di Indonesia sehingga keinginan untuk mencoba sempat terlupakan.

Suatu hari, saat asyik bermain di instagram tidak sengaja masuk ke akun milik AndrieFitness yang ternyata distributor ANS Performace resmi pertama di Indonesia. Lalu tanpa ba..bi..bu lagi saya segera saya menghubungi Andriefitness dan mengutarakan keinginan saya untuk me-review Dilate …..daannnn … 2 hari kemudian tibalah satu buah Dilate, beberapa buah sampel Ritual, beberapa buah sampel N-Pro dan sebuah Shaker Andriefitness. Apakah saya beruntung? Bisa dibilang sih, tapi saya heran kenapa Ritual dan N-Pro cuma dapat bentuk sampel ya…

Oke langsung saja… Review:

Di dalam situs resmi ANS Performace, menyatakan

“Dilate will incrase definition, muscle size, vascularity, strength and endurance to heights previously unattainable”

Dan

“ Undoubtedly the most advanced nitric oxide plasma and muscle volumizing suplment ever..”

Ini sebuah klaim yang kuat dan sangat berani, dan mari kita uji:

Pertama, cek Nutrition Fact

Suppelement Fact

  •  Glycerol Powder (Hydromax) 2000mg

Glycerol membesarkan otot dengan membuat sel otot mengikat air. Dalam keadaan otot terHidrasi sempurna inilah diharapkan latihan dapat berlangsung lama dan lebih brutal dari sebelumnya.

Glycerol bukan termasuk kedalam golongan nitric oxide booster namun diketahui dapat membuat lonjakan metabolisme. Lonjakan inilah yang diharapkan menjadi energi saat latihan berlangsung.

  • L-Citrulline 1500mg

Citrulline adalah asam amino yang fungsi utamanya menghilangkan limbah beracun (amonia) dalam hati. Citrulline sebenarnya dapat dikonversikan menjadi Arginine, yang mana Arginine saat ini merupakan asam amino yang dikenal sebagai nitric oxide booster yaitu mengatur tekanan darah dalam sistem pembuluh darah alias membesarkan pembuluh darah alias Vasodilatisi.

Diketahui Citrulline lebih efektif dibandingkan Arginine dalam urusan Vasodiltasi. Sedangkan berapa jumlah tepatnya dosis efektif Citrulline? Berdasarkan penelitian(1) jumlah yang ideal adalah 6 gr, sehingga bagi saya cukup masuk akal memadukan Dilate dengan Ritual sebagai pre-workout stack.

  • Agmatine Sulfate 500mg

Agmatine adalah arginin dekarboksilasi, berarti Agmatine adalah turunan dari asam amino Arginine. Agmatine bekerja dengan beberapa cara, dengan menstimulasi beberapa tipe nitric oxide synthase sementara itu juga menghambat nitric oxide synthase itu sendiri. Ketika Agmatine berfungsi menghambat, maka nitric oxide dapat tersimpan lebih lama dan tentunya diharapkan pembesaran otot (pump) dapat lebih lama. Sayangnya, beberapa efek sukender dari Agmatine justru berlawan terhadap Arginine.

  • Amentoflavone (Amento Pump) 50mg

Sebenarnya ini yang menjadi perhatian saya, Amentoflavone mungkin belum popular namun di beberapa grup diskusi luar negeri, yang pernah menggunakan Amentoflavone sangat menyukai adanya progres penambahan kekuatan.

Amentoflavone meningkatkan kontraksi otot dengan meningkatkan kalsium pada otot (2) hal ini lah yang menjadikan alasan mengapa ada progres penambahan kekuatan itu.

Cek Lapangan:

  • Hari Pertama

Goal: Leg Strength

Jenis gerakan: Deep Squat, Deadlift, Leg Press, Romanian Deadlift

4 Set x 3 Reps

  • Hari Kedua

Goal: Push Strength

Jenis gerakan : Barbell Bench Press, Barbell Incline Bench Press, Overhead Press, Close-grip Barbell Bench Press

4 Set x 3 Reps

  • Hari Ketiga

Goal : Pull Strength

Jenis gerakan : Bent Over Barbell Row, Pull Up with Weight, Barbell Curl, Barbell Shrug

4 Set x 3 Reps

  • Hari Keempat

Goal: Leg Hypertrophy

Jenis gerakan: Front Squad, Dumbell Walking Lunge, Dumbbel Romanian Deadlift, Single-leg Press, Sissy Squat, Standing Calf Raise

4 Set x 8 Reps

  • Hari Kelima

Goal: Push Hypertrophy

Jenis gerakan: Incline Dumbbell Bench Press, Machine Chest Press, Seated Dumbbel Press, Seated Incline Dumbbell Front, Ez-Bar French Press, Dumbbell Kickback, Bodyweight Dip

4 Set x 8 Reps

  • Hari Keenam

Goal: Pull Hypertrophy

Jenis gerakan: Neutral Grip Pulldown, Seal Row, Bilateral Dumbbel Row, Smith Machine Row, Ez-bar Curl, Incline Dumbbel Curl

4 Set x 8 Reps

Hasil:

Pada hari pertama, saat pertama kali konsumsi dilate tidak terasa efek “kesemutan” pada tubuh seperti yang dirasakan saat mengkonsumsi pre-workout stimulant sehingga bagi saya yang terbiasa menggunakan pre-workout stimulant terasa ada yang kurang di dalam tubuh namun karena ini bukan jenis stimulant maka denyut jantung tidak berdebar-debar sehingga lebih nyaman saja saat workout berlangsung.

Hari pertama saya memilih leg day dengan goal strength, alasannya sederhana latihan kaki dengan fokus kekuatan membutuhkan power yang besar bila dibandingkan latihan jenis lain sehingga bila saya mampu mengangkat 25% saja dari beban maksimal saya tanpa pre-workout maka Dilate ini saya anggap memberikan kontribusi. Namun apa daya, saat mencoba deep squat untuk set pertama justru saya hampir gagal. Pada cobaan kedua masih sama saja, saat itu beban hanya saya tambahkan sekitar 10 kg dari seluruh total angkatan. Baru di set ketiga saya terpaksa mengurangi tambahan beban tersebut dan akhirnya menguasai gerakan dengan terkontrol.

Tapi apakah dilate benar-benar suplemen yang payah? Ternyata tidak, memang untuk urusan penambahan power dia lambat diawal namun saat latihan semakin lama semakin intens dan durasi waktu semakin lama, saya justru merasakan adanya penambahan stamina. Bahkan dari rencana awal workout ada penambahan latihan untuk betis 3 jenis gerakan atau dengan lain ada penambahan waktu sekitar 30 menit dari rencana awal.

Pada hari kedua, saya mencoba mengkombinasikan dilate dengan kopi robusta hitam tanpa gula. Harapan sederhana, untuk memacu denyut jantung sehingga dari set awal saya sudah memacu peningkatan power. Itu harapannya namun sayang seribu sayang, di gym tetap aja lembek diawal walau sekali lagi ada penambahan 30 menit waktu dari rencana awal.

Pada hari ketiga, kali ini saya kombinasikan ritual dengan dilate. Rekomendasi langsung dari ANS performance, dan nendang banget….. denyut jantung memang berdebar-debar namun tetap terkontrol berbeda saat menggunakan Dark Rage dari MHP. Kali ini selain ada penambahan waktu juga ada penambahan angkatan.

Pada hari keempat sampai keenam, tidak perlu diragukan inilah kekuatan asli dari Dilate yaitu ketahanan latihan (endurance). Pada hari keempat sampai keenam fokus utama saya adalah hipertropi sehingga setiap set memiliki repetisi sampai 8, untuk jumlah beban tidak seberat saat fokus strength.

PhotoGrid_1439351256066

Bagaimana Pendapat Oerdha?

  1. Untuk Rasa? Bisalah saya beri angka 9/10 untuk grape blast
  2. Untuk Efektifitas? Saat single shoot (tanpa Ritual) maka angka 5/10 sedangkan bila di kombinasikan dengan Ritual maka angkanya 9/10
  3. Product ini untuk siapa? Siapapun yang fokus pada latihan hipertropi, cutting maupun membutuhkan kemampuan endurance.

Sumber

  1. Eur J Appl Physiol, 2010, L-Citrulline-malate influence over branched chain amino acid utilization during exercise, PubMed. (Ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20499249)
  2. Eur J Appl Physiol, 1999, Properties of Amentoflavone, a potent caffeine- like Ca2+ releaser in skletel muscle sarcoplasmic reticulum, PubMed. (Ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20499249)

4 thoughts on “Oerdha Review: Dilate Dari ANS Performance

  1. Maaf bro ?sy msh berpatokan dg segi kehalalnya apakah menurut bro produk ini(dilate) aman u sy mengkonsumsi dr komposisi yg ada?atau ada saran produk lain?thanks bro

    • Kalo segi halal saya jadi gak bisa rekomendasi apa-apa, yang baru tertera logo kehalalannya ya merk dagang Lmen dan ProHybrid. Sisanya adalah penjelasan dari pihak Customer Service Perusahaan.

    • Karena dilate + ritual masuk kategori preworkout, menurut saya sah2 saja untuk bulking. Namun ya itu, bulking kan biasanya berlebihan energi bila ditambah dengan preworkout maka eksekusinya latihannya harusnya brutal pake banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s