Oerdha GYM, sebuah mimpi yang menjadi kenyataan

Dulu Sekali….. Saat saya masih muda dan ego sedang tinggi-tingginya, selalu saya pertanyakan mengapa orang sok sibuk sehingga seolah-olah tidak memiliki waktu untuk berolahraga walau hanya meluangkan waktu sekitar 30 menitan dalam sehari. Pikir saya saat itu, “Sesibuk apa sih lu?” sampai 24 jam terasa kurang.
Itu dulu dan kini menimpa saya sendiri, yup. Setelah berumah-tangga maka prioritas hidup pun banyak yang berubah. Bila dulu, menjadi terbesar, ter-otot (dibaca: paling berotot), ter-fit dan ter lainnya maka hari ini semua menjadi nomer kesekian dalam daftar hidup harian. 

Ada istri yang selalu minta di nomer satukan dalam hidup, ada baby yang selalu menangis minta kasih sayang dan ada pekerjaan yang menuntut loyalitas, dan tanpa sadar 24 jam perhari menjadi sangat-sangat kurang (hahahaha…. )

TAPI….TAPI… saya tetap bisa meluangkan waktu kurang lebih 2 jam kok ke gym hanya untuk berolahraga atau sekedar melampiaskan stress kepada besi tak bernyawa. Tapi…Tapi.. Seiring berjalannya waktu tetiba di suatu malam, istri berkata “Mau kemana? ke Gym lagi? Gak mau manasin istri?” 

dan… malam itu 2 jam di gym terasa kurang sekali karena rasanya ada yang menganjal.
Dulu sekali… saat kaki saya pertama kali menginjak lantai gym, sempat terlintas dalam pikiran bahwa kelak akan hari dimana saya mampu membangun sebuah mini home gym di sudut ruangan, dan menjadikan sudut ruangan tersebut sebagai semacam tempat pertapaan atau sebagai tempat penempaan diri layaknya Batman yang memiliki sebuah gua persembunyiaan atau Ironman yang memiliki Gudang Baju Armor Ironman.

Oke, itu keinginan ter-kanak-kanak yang pernah terpetik dan heeei boys will always be boys !! 

Dengan semangat membara, proyek idaman mini home gym telah terpatri dalam hati, Tahun ini proyek ini harus jadi.
Mimpi Menjadi Nyata

Dan Alhamdulillah, mini home gym sudah terwujud dan dengan suka cita saya namai OERDHA GYM hahahah…


Apakah mudah mewujudkan impian kanak-kanak ini? Jawabannya tergantung niat, karena bagaimanapun keinginan saya muluk banget yaitu memindahkan sebuah mega gym ke dalam rumah. Edan gak? 

Dan keinginan ini harus di benturkan sama kenyataan bahwa saya tidak sekaya yang saya bayangkan hahaha…

Kemudian yang terjadi adalah menyusun daftar prioritas lagi dan lagi.. Hingga pertanyaan masuk akalnya adalah dengan budget terbatas maka saya bisa melakukan seluruh exercise ala bodybuilding dirumah.

Maka Powerrack combo Pulley, Olympic bar, Beban total 200kg, Adjusment Dumbbell, Adjusment Bench, Weight tree, Deadlift plafon dan Floor gym menjadi tahap pertama yang harus di eksekusi pada tahun ini. Beberapa alat merupakan buatan lokal, dengan pertimbangan utama dan tak lain tentu saja anggaran yang terbatas. Alih-alih membeli barang impor semacam Rogue, Bodytech, Beast Metal maupun merk impor lainnya maka saya mempercayakan pabrikan lokal seperti PXL maupun Perorangan.

Saya tidak akan berbohong, bahwa ungkapan ADA KUALITAS ADA HARGA adalah sebuah kenyataan. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pabrikan lokal maupun perorangan tapi bila harus membandingkan kualitas buatan lokal dengan buatan merk ternama semacam ROGUE seperti membandingkan langit dan bumi.  

Tapi…Tapi yang kini sudah terbangun di sudut ruangan sudah ruangan rumah, sudah cukup kok membuat saya hanya ke gym seminggu sekali. Yang awalnya seminggu bisa 7 hari ke gym maka dengan kehadiran Oerdha Gym kini cukup sehari saja yaitu LegDay.

—SPONSOR—

Hubungi, imam di 085740672122 untuk pemesanan

—SPONSOR—

Inti dari tulisan panjang ini adalah, kalo Anda sudah berniat maka Insya Allah akan ada jalan kok. Doa dan usaha terus hingga impian Anda dapat terwujud…

Apakah Oerdha GYM sudah sempurna dalam kategori home gym atau garage gym? Ya BELUM LAH, karena itu

Tahap Kedua, Cable CrossOver

Tahap ketiga, Leg Press Combo Hack Squat

Tahap keempat, Decline Press Machine atau apalah??? entahlah
Salam, Oerdha

Iklan

Goifex 2015, Pesta Bagi Pecinta Fitness dan Kesehatan

Bertepat pada tanggal 5-6 September 2015 di JCC (Jakarta Convention Center) diadakan pelaksanaan event terbesar untuk industry Fitness dan Health di Indonesia. Expo ini akan menyediakan berbagai macam kegiatan yaitu workshops, eksibisi, interactive areas, dan kompetisi nasional. GOIFEX tahun ini adalah yang kedua diselenggarakan yang menyediakan pameran terbaru mengenai peralatan olahraga, training aids, sport nutrision, dan supplement. Dengan semangat memberi edukasi dan memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk menggalakan gaya hidup yang sehat, GOIFEX menghadirkan berbagai workshop yang akan dibawakan oleh para expert di bidang kesehatan dan fitness, pameran alat fitness dan gym yang dihadirkan dari berbagai negara di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, China, Korea, dan India sebagai negara potensial dalam bidang kesehatan dan fitness. Selain pameran dan workshop, GOIFEX membuka kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional dalam ajang kompetisi kesehatan dan fitness. Semua acara ini diadakan di satu tempat, sehingga anda bisa mendapatkan edukasi, inspirasi, serta kebutuhan alat kesehatan dan suplemen dalam satu waktu!

Kali ini Oerdha pun hadir di Goifex, tidak hanya menikmati event sebagai pengunjung namun juga mengambil certification program yaitu Level 1 Certification Sports Coach Kettlebell yang langsung dilatih oleh trainer kelas dunia yaitu Master Kettlebell Denis Vasilev dan Ksenia Dedukhina. Denis Vasilev adalah Juara Dunia, pemegang rekor dunia dan sekaligus merupakan profesor di bidang Kettlebell Sport yang melatih khusus teknik Jerks, begitu juga dengan Ksenia Dedukhina yang merupakan Juara Dunia dan pemegng rekor dunia yang khusus melatih teknik Snatch.

PhotoGrid_1442915240322

Pelaksanaan Level 1 Certification Sports Coach Kettlebell berlangsung selama 2 hari dari tanggal 6 sampai dengan 7 September 2015 yang diikuti secara ekslusif oleh 10 orang peserta yang berasal dari Korea sebanyak 2 orang, Amerika sebanyak 1 orang dan sisanya diikuti oleh peserta dari Indonesia. Sertifikasi mempelajari 3 kategori teknik yaitu Jerks, Long Cycle dan Snatch dan juga mempelajari metodologi peningkatan ketahanan (endurance) baik dengan teknik tradisional maupun teknik milik Denis Vasilev.

PhotoGrid_1442915089939

Terus ikutin blog ini, untuk mengetahui seberapa serunya (dan tentunya perjuangan Oerdha) untuk dapat lulus dari sertifikasi ini dan penjelasan sebenarnya mengenai Kettlebell .

PhotoGrid_1442915302930

CARA MUDAH MENGETAHUI BODYFAT

image

Barusan saja saya menemukan sebuah gambar yang rasanya sayang bila tidak saya bagikan kepada para teman-teman oerdha. Pada gambar tersebut terdapat 9 bentuk tubuh dengan level bodyfat yang berbeda.
Mengapa saya merasa harus membagi gambar ini kepada teman-teman? Karena selama ini klien online saya terkadang kesulitan untuk menentukan tingkat bodyfat sebelum memulai program. Bagi klien yang bisa tatap muka, mudah bagi saya menilai bodyfat mereka dengan cara penilaian fisik menggunakan mata telanjang atau perhitungan menggunakan alat.
Memang kadang saya meminta foto kepada klien online untuk dokumentasi dan tentu saja untuk pembanding “before and after” namun tetap saja ada yang malu dengan berbagai macam alasan.
Berdasarkan hal tersebut, setelah mendapatkan dan menyalurkan gambar kepada seluruh klien online. Rasanya saya harus berbagi buat teman-teman oerdha juga.

Dengan paduan gambar, cukup mudah menentukan bodyfat dengan cara: Cukup sebuah cermin untuk membandingkan tubuh anda dengan salah satu bagian tubuh yang ada pada gambar.

Bagi anda yang sudah di angka 15%, selamat Anda sudah masuk kategori : Model Fit
Bagi anda yang sudah di angka 10-12%, selamat sudah masuk kategori : Physique
Bagi anda yang sudah di angka 6-7%, selamat sudah bisa dikategorikan : Bodybuilding atau body fit.
Bagi anda yang sudah di kategori 3-4%, selamat … Andalah extreme lean.

Semoga membantu.

Pesan Dari Kawan

Pada minggu siang, BB saya bergetar ada sebuah pesan dari kawan lama yang isi nya “Ternyata laut menyimpan sesuatu yang berbeda“….

Membaca sekilas, tidak ada hal yang luar biasa dari pesan ini.  Makna dari pesan ini pun terkesan kabur, meyimpan apa? kalopun laut itu beda, beda dari apa?. Beberapa menit saya pandangi pesan tersebut, semakin saya coba memahami semakin menuju kebingungan. Apa maksud dari pesan ini?

Kemudia saya balas balik pesan tersebut “Kenapa mas bro, ada kejadian apa di Tarakan? hingga ada pesan sarat makna. Kerjaan amankan?”

Dia membalas “Gw di Derawan bos, habis snorklingan nih…  Lo harus kesini bos, ajarin nyelam gw ya.” Belum sempat saya membalas, dia sudah mengirim pesan lagi “Benar kata lo, laut menyimpan sesuatu yang berbeda”. Membaca dua pesan tersebut, saya hanya tersebut dan hanya mampu membalas “Yup betul”

Kawan saya, Taufik Indra, seorang kawan lama saat saya masih aktif mendaki dan kegiatan SAR. Masih segar dalam ingatan saya, saat pertama kali tersesat di gunung merbabu  dan di gunung ungaran hanya karena salah membaca peta hehe.. atau saat melakukan evakuasi di beberapa tempat. Walau, akhirnya saya memilih SAR  Laut dan dia tetap di SAR darat.

Laut memang telah mengalihkan perhatian saya dari pesona mendaki gunung, berawal seorang bocah penggila gunung  menjadi seorang penyelam. Dan orang pertama yang protes pada saya saat itu adalah, Taufik. Alasan protesnya sih sederhana, tidak ada kawan gila lagi yang mau makan mie dan minum secangkir kopi di puncak gunung. wkwkwkwk..

Beberapa kali saat trip ke kekarimunjawa atau ke bunaken, Taufik selalu saya pengaruhi untuk ikut dan mencoba sensasi menyelam.. Dasarnya Taufik punya trauma dengan air, dia selalu menolak ajakan saya. Trauma yang didapatkan taufik saat harus melakukan penyeberangan basah dan dia terseret derasnya sungai, beruntung saat itu saya bereaksi cepat dengan memegang tali jiwanya (ayo apa ini?). Semenjak itu, taufik takut air .

Sebenarnya ketakutan Taufik sangat saya pahami, karena saya ada di saat trauma itu tercipta tapi namanya juga kawan saya ingin dia merasakan sensasi yang saya rasakan..

 

ah itu cerita lama yang hampir terlupakan oleh saya, sampai akhirnya pada minggu itu, 5 tahun berselang sejak ajakan menyelam itu.. akhirnya dia berani melaut..

Siapkan plan dan izin cuti besar, sepertinya bulan Mei 2013.. ada tempat yang perlu saya kunjugi bersama seorang kawan.

Catatan kecil: Saya masih mendaki loh, walau hanya di desa terakhir memonitoringpeserta didik menuju puncak heheheh… sama sajakan di gunungnya!